OPINI

Kutai Timur Butuh Tokoh Pembaharu

Basti : Utoro Layak Pimpin Kutai Timur

Basti : Utoro Layak Pimpin  Kutai Timur

 Basti Sangga Langit Ketua Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (SPKEP) Basti Sangga Langit

Sangatta,wartakutim.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (SPKEP) Basti Sangga Langit menilai, Kabupaten Kutai Timur membutuhkan tokoh pembaharu, yang akan menjadi Bupati pada periode mendatang.

Menurut Basti, dalam 15 tahun sejak dibentuk pada tahun 1999 lalu, tidak ada kemajuan berarti di Kutai Timur. Masalah dasar seperti pembangunan jalan, air bersih dan listrik masih sangat jauh dari harapan. Padahal, menurutnya, Kutai Timur adalah salah satu daerah terkaya di Indonesia.

“Kutai Timur ini salah satu daerah terkaya di Indonesia, namun pembangunannya tidak maksimal. Hal dasar saja seperti jalan, air dan lampu tidak memadai. Kita butuh pemimpin yang bisa membawa perubahan,” kata Basti, Selasa (9/9).

Menurut Basti, pemimpin yang mampu membawa perubahan di Kutai Timur adalah pemimpin yang memiliki kemampuan secara teknis, jujur dan memiliki keinginan untuk membangun daerah. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah pemimpin yang berani melawan arus demi kemakmuran rakyat.

Basti menilai, kriteria itu ada pada diri R. Utoro, Chief Operating Officer (COO) PT Kaltim Prima Coal (KPC), yang juga selaku Kepala Teknik Tambang KPC. ““Dia (Utoro, red )orangnya keras dan bisa mengatur bagian-bagian yang susah. Pemimpin yang benar, ilmunya punya serta bisa membangun dengan irit biaya.” urai Basti.

Kemampuan Utoro dalam memimpin, tambah Basti, sudah teruji di KPC. Utoro mampu membawa KPC tetap eksi menghadapi tantangan harga batubara yang terus menurun. Apalagi menurut Basti, Utoro adalah Kepala Teknik Tambang (KTT) Terbaik se Indonesia tahun 2012.

Selain itu, Utoro juga sebagai Putra Terbaik Kaltim tahun 2014 dan mendapat anugerah Ahli Pertambangan Batubara dari Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pada Januari lalu.

“Pak Utoro itu pemimpin yang benar, berkualitas dan tahan uji. Contohnya KPC di tengah kesulitan harga batubara dan kebijakan yang tidak menguntungkan, namun bisa eksis. Beliau juag adalah KTT Terbaik Indonesia tahun 2012 dan Putra Terbaik Kaltim tahun 2014 dan mendapat anugerah Ahli Pertambangan Batubara dari Gubernur Kaltim,” katanya.

“Kalau diberi kesempatan memimpin Kutai Timur, saya yakin akan bagus, sebab ilmunya sudah mumpuni, pengalaman sudah banyak dan moralitas serta pengabdiannya sudah teruji,” kata Basti.

Utoro bukan nama baru di Kutai Timur. Ia telah menetap di Sangatta sejak tahun 1990, atau 24 tahun silam. Perkembangan Sangatta mulai dari sebuah desa, berubah menjadi kecamatan yang pada akhirnya menjadi Ibukota Kabupaten, tidak lepas dari perhatian alumnus Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh September (ITS) itu. “Pengabdian Pak Utoro selama 24 tahun di Sangatta ini, sudah cukup membuktikan loyalitas dan dedikasi beliau untuk daerah ini,” kata Basti.(*)

Click to comment
To Top