Kecamatan

Dewan Menduga Adanya Pungli Di Kecamatan Saat Pembuatan KK dan KTP

Ilustrasi

Sangatta,WARTAKUTIM.com – Meskipun,Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Discapil) Kutai Timur, telah mencanangkan program pembuatan Kartu Keluarga, KTP dan Akte Kelahiran gratis. Namun faktanya dibeberapa kecamatan, khususnya kecamatan diwilayah Benteng Mawakal, (Muara Wahau, Kombeng, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Batu Ampar dan Telen-Red),warga masih dipungut biaya untuk pembuatan KK, KTP dan Kartu Keluarga di kecamatan.

Demikian diungkapkan anggota DPRD Kutai Timur asal Bentengmawakal Anton Dermawan, saat ditemui sejumlah pewarta di kantor dewan, Senin (27/4).

“Buat KTP, KK dan akte kelahiran memang gratis tetapi ketika dititip di kecamatan, warga rata-rata diduga pungut biaya sebesar Rp.300 ribu oleh oknum di kecamatan dengan dalil dititip. Kalau tidak dititip uang mana mau mereka untuk mengurusnya”.Ungkap anggota Fraksi PPP ini.

“Dan saya mengalami itu sendiri, ketika saya menguruskan pembuatan KTP, KK dan akte kelahiran warga saya, ada biaya titipan sebesar Rp300 ribu. Makanya saya meminta ke mereka, yang ingin membuat KK,KTP dan akte kelhiran,”biar saya yang uruskan,” segala biaya pembuatan saya yang tanggung,”tambahnya.

Lebih jauh Pihaknya berharap, Discapil Kutim, segera membentuk UPTD ditiap tiap kecamatan agar pungutan liar tersebut bisa dihilangkan dan warga mendapat mengurus permohonan pembuatan KK,KTP dan akte kelahiran secara gratis.

Menurutnya, tidak adanya perwakilan Discapil di kecamatan, warga wajib mengeluarkan biaya untuk pengurusan tersebut, karena biaya trasportasi dari kecamatan diwilaya benteng Mawakal ke pusat pemerintahan cukup mahal.

“ketika ada warga dari kecamatan Wahau, Muara Bengkal, dan Kombeng yang ingin mengurus KTP di sangatta, mereka harus mengeluarkan biaya minimal Rp.1 juta, baru bisa mengurus KK dan KTP disangatta”terangnya. (*/Bonar)

Click to comment
To Top