Politik

Kandidat Masih Menahan Diri, Warga Minta Cabup Terjun Langsung

IMG_6495hghSangatta,WARTAKUTIM.com – Meski Pilkada akan digelar 9 Desember mendatang. Tahapan awal sudah dimulai. Mulai Juli 2015 mendatang, KPUD telah mulai menerima berkas dukungan dari kandidat yang akan maju menjadi Bupati/wakil bupati. Meski demikian, suasana persaingan antar kandidat belum terlihat.

Berdasarkan pantauan wartawan, sejumlah kandidat baru telah memasang baliho di beberapa tempat, seperti Ketua DPRD Kutim dan Ir.Ordiansyah,.MP, selain itu juga nampak beberapa calon lainnya seperti H. Ismunandar dan Mugeni.

Beberapa warga yang dihubungi, mengharapkan para kandidat ini, untuk lebih sering bersosialisasi langsung ke masyarakat. Tidak sekedar menampilkan foto dalam bentuk baliho dan spanduk. “Hendaknya calon bupati tuh datang menemui kami. seperti kami-kami yang susah ini. Biar mereka lebih tau penderitaan orang dibawah seperti apa. Jangan cuma masang baliho aja” ujar Mardi, yang ngakunya tinggal di Batu Ampar .

Menurut Mardi, sudah ada beberapa calon yang mereka kenal dan bahkan sering kelapangan, sebelum menyatakan diri maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati “Diantara calon yang telah memasang baliho, cuman pak Mahyunadi saja dengan pak Ordiansyah saja yang kami kenal, selebihnya kami kurang tau, cuman pernah dengar namanya aja”.jelasnya

Ungkapan serupa juga disampaikan Nirwana, warga Desa Long Bentuk Kec Long masangat. Nirwana yang juga buru sawit, mengaku belum tahu kalau ada calon lain untuk jadi Bupati.“Yang kami tahu calon bupati cuma Pak Mahyunadi dan Pak Ordiansyah. Kalau ada yang laen kami dak tahu” ujarnya.

Seperti Mardi, Nirwana berharap para kandidat yang berkeinginan jadi bupati Kutim, untuk lebih sering terjun langsung menemui masyarakat. “Kalau cuma lihat foto di baliho kami tidak kenal. Seharusnya mereka terjun langsung. Kalau cuma lihat foto mending milih artis aja”. tambahnya.

Nada berbeda diungkapkan Eko, warga SP 5 Rantau Pulung, siapapun yang mau jadi bupati harus mampu memperbaiki jalan menuju desanya. “Jalan kami ini rusak terus, tak ada yang peduli. Kami harap, yang tepilih jadi bupati nanti, bisa memperbaiki jalan menuju desanya”. terang (fir).

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: