Peristiwa

Ini, Sejarah Lahirnya Organisasi G20 Mei Kutim

g20 mei

Sangatta,WARTAKUTIM.com – Sejarah terbentuknya organisasi Gerakan 20 Mei (G20 MEI) Kutai Timur, berawal dari diskusi antara Ketua Umum G20 MeI Asri Tawang bersama Sekjen G20 MEI dan Ketua dewan Pakar G20 Ordiansyah, dikediaman Asri yang kini menjadi Sekertariat G20 Mei.

Demikian diceritakan secara singkat Asri saat memberikan sambutan di acara peringatan hari jadi G20 MEI Kutim Ke-1, yang digelar di Green Futsal cafe jalan AW Syahrani, Rabu (20/5) malam.

“Pada saat itu saya menghubungi Irwan Ridwan yang biasa kita panggil Irwan Fecho yang kini menjabat sebagai sekjen. Saya menyampaikan gagasan saya untuk membentuk sebuah organisasi. Tetapi Organisasi itu berbeda dari organisasi yang ada di Kutim. Organisasi yang didalamnya adalah kaum terpelajar dan Kaum Intelektual yang ada di Kutai Timur,”ungkap AT sapaan akrab Asri Tawang.

Setelah tiga hari pertemuan itu berlalu, tepatnya tanggal 20 Mei 2014, lanjut AT, berkumpul sejumlah kaum terpelajar dan kaum intelekrual dan disepakati membentuk sebuah organisasi yang diberi nama G20 MEI.

“Garis besar yang melatar belakangi terbentuknya organisasi ini adalah sebuah gerakan intelektual dan kekeluargaan yang berjuang mewujudkan kesejahteraan khususnya masyarakat Kutim.

Lebih jauh AT menuturkan, banyaknya pihak luar yang mengatakan, bahwa organisasi ini dibangun untuk sebuah pergerakan dalam pilkada Kutim, dan mengarah kesalah satu calon, namun pihaknya menegaskan, organisasi ini tidak akan dibawah keranah politik khususnya pilkada Kutim nanti.

“Banyak tanggapan yang beredar diluar, bahwa G20 Mei adalah gerakan yang dibangun untuk memperkenalkan seseorang dalam pertarungan Pilkada Kutim mendatang. Kami sebagai pengurus tersenyum saja, karena kenyataan tidak demikian. Kami jauh dari hirup pikut politik.”terang

AT berharap, kedepannya G20 Mei dapat berkonstribusi untuk kemajuan pembangunan di Kutim, melalui pemikiran pemikiran yang disumbangan kan oleh G20 MEI. .

Acara peringatan hari jadi G20 Mei Kutim ke-1, memberikan warna tersendiri, pada malam itu, selain pemotongan tumpeng, pada kegiatan itu juga digelar launcing buku “Meretas Otonomi Khusus” yang merupakan buku hasil karya dari G20 MEI Kutim. Kegiatan tersebut, dihadiri sejumlah tokoh pemuda, mahasiswan dan sebagian pengurus G20 MEI sendiri.(Iga)

1 Comment
To Top
%d blogger menyukai ini: