Politik

KPU Kutim Buka Pendaftaran Calon Perseorangan

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Timur, Fahmi Idris

Sangatta,WARTAKUTIM.COM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kutai Timur telah membuka pendaftaran administrasi untuk bakal calon (balon) bupati perseorangan (non-partai politik) mulai 11 Juni hingga 15 Juni 2015. Sementara untuk pendataran balon bupati dari partai politik dilaksanakan mulai 25 Juli 2015 mendatang.

“Untuk pendaftaran bakal calon akan kita gelar serentak pada 25 Juli 2015 nanti. Tapi untuk calon perseorangan atau non-partai administrasinya paling lambat akan kita terima pada 11 – 15 Juni”. Jelas Ketua KPU Kutim, Fahmi Idris didampingi Harajatang, Devisi Teknis & Penyelenggara Pemilu, kepada WartaKutim, Selasa (26/5/2015).

Meskipun demikian, imbuhnya, bagi calon perseorangan maupun partai yang ingin berkoordinasi dengan KPU mulai hari ini sudah dapat ke kantor KPU Kutim.

Dia menjelaskan, syarat bagi balon perseorangan sesuai dengan UU Pemilukada dan ketetapan KPU di antaranya harus melampirkan minimal 35.079 surat dukungan dari jumlah penduduk di daerah, khususnya Kabupaten Kutai Timur. Syarat dukungan tersebut harus benar-benar asli, karena KPU akan melakukan proses verifikasi dukungan tersebut langsung ke lapangan.

“Salah satu yang mejadi syarat adalah calon mendapatkan dukungan sebesar 35.079 surat dukungan dari jumlah penduduk, dukungan tersebut jelas harus berdasarkan data dan fakta. Sesuai dengan aturan yang berlaku,” terangnya.

Lebih lanjut, kesempatan tersebut terbuka lebar bagi para bakal calon yang akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah dari independen atau nonpartai. Saat mendaftar, jelas harus sudah membawa persyaratan yang disayaratkan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam prosesnya, lanjutnya, KPU akan melakukan evaluasi terhadap syarat-syarat dari calon yang mendaftarkan diri sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan undang-undang yang belaku. Sementara pendaftaran untuk calon yang akan diusung oleh partai politik, akan segera menyusul sesuai dengan tahapan pelaksanaan pilkada.

“Artinya, calon yang tidak mendapatkan dukungan dari partai, ada kesempatan atau peluang besar untuk memimpin daerah ini. Semoga kesempatan ini bisa menjadikan para calon pemimpin yang akan mengabdikan diri sebagai kepala daerah, untuk membawa daerah lebih maju dan berkembang melalui proses demokrasi atau pilkada bisa benar-benar terwujud,” imbuhnya. (bnr/wk)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: