OPINI

Pemanfaatan Sumberdaya Alam Yang Tak Seimbang Menjadi Acaman Serius, Bagi Generasi Kutim.

wadcvdOpini…Beberapa hari yang lalu ketika kami berkunjung kebeberapa tempat di Kabupaten Kutai Timur, seperti di Kecamatan Wahau, Tellen, Bengalon, Rantau Pulung, Kaubun dan Karangan, kami melihat telah terjadi perkembangan pusat-pusat pemukiman manusia yang begitu pesat, hal ini disebabkan oleh adanya peran perusahaan Perkebunan Sawit dan Pertambangan Batu Bara yang memanfaatkan wilayah tersebut untuk mengeksploitasi sumberdaya alamya. Jadi sangat nampak, bahwa sumberdaya alam di wilayah Kabupaten Kutai Timur khususnya di beberapa Kecamatan telah dimanfaatkan secara merata.

Namun perlu diperhatikan agar kegiatan Perkebunan Sawit dan Pertambangan Batu Bara tersebut dapat berlangsung secara serasi dan merata, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan pada satu sector saja, namun juga bisa memberikan kontribusi dalam membangun wilayah yang terkena langsung oleh aktifitas Perkebunan Sawit maupun Pertambangan. sehingga tidak merugikan kegiatan lainnya suatu saat nanti.

Misalnya limbah batu bara atau limbah sawit yang langsung dibuang ke sungai, tanpa mengalami pengelolaan sebelumnya, dapat mengancam dan merusak sumberdaya hayati yang berada di perairan tersebut, seperti dapat merugikan para pelaku budidaya pada sektor perikanan.

Melihat Kabupaten Kutai Timur, yang kaya dengan berbagai bermacam ekosistem yang berbeda, baik melihat dari kondisi wilayahnya maupun melihat dari sumber keragaman hayati yang dimilikinya. Pada umumnya ekosistemnya sangat kompleks dan peka terhadap gangguan. Dapat dikatakan bahwa setiap aktifitas Pertambangan maupun Perkebunan Sawit, secara potensial dapat merupakan sumber kerusakan bagi ekosistem di wilayah tersebut. Rusaknya ekosistem diwilayah tersebut, berarti rusak pula sumberdaya di dalamnya.

Agar dampak negatif dari pemanfaatan di sector Pertambangan dan Perkebunan Sawit dapat diminimalisir, untuk menghindari pertikaian antar kepentingan, serta mencegah kerusakan ekosistem di wilayah tersebut. dibutuhkan pengelolaan, pemanfaatan dan pengembangan wilayah yang berlandaskan perencanaan menyeluruh dan terpadu yang didasarkan atas prinsip-prinsip ekonomi dan pendekatan ekologi.

Secara garis besar gejala kerusakan lingkungan yang mengancam kelestarian sumberdaya alam di Kabupaten Kutai Timur nampaknya sudah sangat nyata di hadapan kita seperti adanya pencemaran, degradasi fisik habitat, over eksploitasi sumberdaya alam, konservasi kawasan lindung menjadi peruntukan pembangunan lainnya.

Munculnya permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan di beberapa wilayah di Kabupaten Kutai Timur, dikarenakan adanya pemanfaatan ganda dan pemanfaatan yang tak seimbang, karena pengaruh adanya unsur kepentingan dari oknum-oknum tertentu. dengan adanya pemanfaatan ganda dan yang tidak seimbang ini akan menjadi ancaman yang serius bagi generasi muda kutim mendatang, maka dengan demikian pola konsep pemanfaatan ganda dan tak seimbang harus perlu memperhatikan keterpaduan dan keserasian berbagai macam kegiatan seperti kegiatan pada sek sektor lainnya. Selain itu, batas kegiatan perlu ditentukan.

Dengan demikian pertentangan antar kegiatan dalam jangka panjang dapat dihindari atau diperkecil. Salah satu contoh penggunaan wilayah untuk pertanian, kehutanan, perkebunan dan aktifitas pertambangan. Pemanfaatan ganda yang serasi dapat berjalan untuk jangka waktu tertentu, kemudian persaingan dan pertentangan mulai timbul dengan berjalannya waktu, pemanfaatan telah melampaui daya dukung lingkungan. Untuk beberapa hal, keadaan ini mungkin dapat diatasi dengan teknologi mutakhir. Akan tetapi, perlu dijaga agar cara pemecahan itu tidak mengakibatkan timbulnya dampak negatif atau pertentangan baru.

Sedangkan pemanfaatan tak seimbang merupakan masalah penting dalam pemanfaatan dan pengembangan wilayah di Kabupaten Kutai Timur adalah ketidak seimbangan pemanfaatan sumberdaya alam yang ada, ditinjau dari sudut penyebaran sector perkebunan Sawit dan Pertambangan yang mendominasi di beberapa wilayah Kecamatan.

Hal ini merupakan akibat dari ketimpangan pola penyebaran penduduk semula, serta disebabkan oleh keaadaan sumberdaya di wilayah tersebut. Pengembangan wilayah dalam rangka pembangunan harus juga memperhatikan kondisi ekologis setempat dan faktor-faktor pembatasnya. Melalui perencanaan yang baik dan cermat, serta dengan kebijaksanaan yang serasi, perubahan tata ruang tentunya akan menjurus kearah yang lebih baik. Sehingga aset generasi muda Kutim Kedepan tetap terjaga secara merata.

Sumber : Kajian dan Hasil Ansos GmnI Cabang Kabupaten Kutai Timur (bonar)…

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: