Politik

Sosialisasi KPU Kutim, Dinilai Buang-Buang Anggaran

532207_10200911951241369_163706226gfgf3_nfdf

WartaKutim.Com…Acara jalan santai yang diadakan oleh KPU Kutim dalam rangka mensosialisasikan Pilkada yang akan berlangsung pada 9 Desember mendatang. Dinilai tidak efektif, pasalnya acara tersebut terlalu banyak membuang-buang anggaran.

Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Indonesia (GmnI) Kutim, Hendra Setiawan, mengatakan Tindakan KPU Kutim yang mensosialisasikan Pilkada, dengan cara mengadakan jalan santai yang berhadiakan 2 unit sepeda motor dan beberapa hadia elektronik lainnya seperti TV dan Kulkas. Sangat tidak efektif apalagi antusias masyarakat yang hadir bisa dikatakan kurang

“Apa-apaan, sosialisasi Pilkada dengan cara jalan santai, kayak orang kurang kerjaan aja. Apalagi pada saat berlangsungnya acara, pesan yang tersampaikan ke masyarakat mengenai akan berlangsungnya Pilkada sangat kurang, apalagi kegiatannya bersifat sosialisasi. Saya melihat KPU Kutim hanya mencari sensasi. Biar dibilang punya terobosan, padahal yang didapat apa, cuma buang-buang anggaran”. Jelas Ketua GmnI Hendra Setiawan kepada WartaKutim.Com

Lagi pula, lanjut Hendra, sosialisasi dengan cara jalan santai yang berhadikan 2 unit sepeda motor sangat tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Karena tidak semua orang yang datang ke acara jalan santai itu, mau mendengarkan sosialisasi Pilkada tersebut.

“Pilkada yang merupakan tugas negara, harus dilakukan dengan serius dan sungguh-sungguh, mengingat dana yang digunakan bersumber dari APBD. Tapi oleh KPU Kutim, tugas tersebut dijadikan sebagai ajang menghambur-hamburkan anggaran Pilkada. Ini kan aneh. Sedangkan KPU sendiri melarang terjadinya mani politik, tetapi sosialisasi yang diadakannya malah mendidik masyarakat menjadi pragmatis”. katanya.

Hendra, menilai anggota KPU Kutim harus berbenah, jangan sampai kejadian pada pileg tahun lalu terulang, yang menyeret salah satu anggota KPU keranah hukum. “Jika kinerja tersebut tidak segera diperbaiki, ia yakin KPU akan menjadi sasaran kemarahan warga suatu saat nanti, terutama mereka yang merasa dizalimi oleh keputusan KPU”. Pungkasnya (bnr)

Click to comment
To Top