Berita Pilihan

Dinas PU Selalu Disalahkan, Giliran Mendapatkan Adipura Lingkungan Hidup Yang Mendapatkan.

 Kepala Dinas  (PU) Kutim Aswandini Eka Tirta ST MT

WartaKutim.Com…Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Timur saat ini terus gencar melakukan pembangunan infrastruktur untuk mempercepat proses pertumbuhan ekonomi. Meski akhir-akhir ini terus disoroti dan selalu disalahkan oleh berbagai pihak, namun jajaran dinas PU terus gencar melancarkan gerakan percepatan pembangunan infrastrutur, seperti jalan dan jembatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Aswandini mengatakan, pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan guna mempercepat proses pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan kemajuan daerah diberbagai bidang, seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dll.

“Yang susah sebenarnya bukan membangunnya, tetapi yang susah adalah merawat bangunannya, kita telah banyak membangun berbagai bangunan namun perawatannya sangat kurang seperti pengelolaan folder yang kurang terkendali, seperti banyaknya pedangang yang berjualan”. Ucapnya

Dijelaskannya, Pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam pemiliharaan sebuah bangunan, karena kewenangan PU hanya sebatas membangunkan bangunan saja. “Kita hanya bisa membagunkan saja, cuman akses pemiliharaan bukan kewenangan kami. Sekarang bagaimana dengan adanya pemungutan pajak bagi pedagang yang ada diwilayah folder, terus uangnya dikemanakan apakah masuk, di PAD atau tidak, begitu ada PADnya PU tidak diajak, begitu folder dijadikan tempat mesum, PU disalahkan”. Jelasnya

Seperti halnya penanganan sampah yang ada di Kota Sangatta, begitu sampahnya banyak bertebaran siapakah yang disalahkan pasti dinas PU. tapi ketika mendapatkan penghargaan adipura, siapa yang mendapat penghargaan, pasti lingkuganhidup.

“Sama halnya kejadian hilangnya beberapa lampu di Jalan sukarno Hatta, begitu lampunya hilang PU juga yang disalahkan”. Ucapnya

Ditambahkannya, seperti ketika adanya kejadian kasus mesum difolder, dinas PU banyak mendapatkan komplain dari masyarakat kenapa folder dibangun hanya dijadikan tempat mesum. “Tak hanya itu, ketika awal pembangunan taman bersemi, kami juga pernah di tegur koni, kenapa arena olah raga dijadikan taman. Namun kami jawab, kita akan jadikan taman tetapi olahraganya tetap ada. Nah sekarang hasilnya sudah terlihat, masyarakat jugakan yang menikmati, lalu kena dinas PU yang harus selalu disalahkan”. (bnr)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: