Peristiwa

Tidak Hadir Dalam Setiap Pertemuan, PT. AET Dinilai Tidak Memiliki Etikat Baik Menyelesaiakan Masalah

IMG_4291 copy

Sangatta,WARTAKUTIM.COM – Ketidakhadiran pihak PT. Anugrah Energitama dalam rapat dengar pendapat (hering) di DPRD Kutai Timur, terkait dengan tuntutan tali asih, enam kelompok tani di Kecamatan Bengalon, membuat kecewa seluruh peserta rapat.

Menurut salah seorang perwakilan kelompok tani, PT. AET, tidak memiliki etikat baik dalam menyelesaikan konflik antara kelompok tani dengan pihak perusahaan perkebunan sawit itu. Dari enam kali mediasi yang difasilitasi oleh pemkab Kutim, hanya tiga kali pihak menajeman perusahaan menghadirinya, itupun tidak pernah memberikan solusi dalam tiap kesempatan mediasi.

Dari enam kali pertemuan. Baik pertemuan dengan camat, pemkab dan DPRD Kutai Timur, pihak manajemen perusahaan selalu mengabaikan penggilan pemkan maupun DPRD Kutim,”ujar Rusdy, perwakilan dari 6 kelompok tani di Kecamatan Bengalon, di ruang rapar DPRD Kutim, Rabu (24/6) .

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kutim Mahyunadi itu, pihak kelompok tani meminta, DPRD Kutai Timur untuk menghentikan sementara aktivitas perusahaan tersebut, hingga perusahaan mau memberikan tali asih kepada kelompok tani.

“Kami dari pihak kelompok tani, jika pihak manajemen perusahaan tidak berkenang untuk menghadiri rapat ini, permintaan kami, aktivitas perusahaan dihentikan sementara, dilahan kami yang masih bermasalah,”tegasnya.

Baca Berikutnya >>>>>

Laman: 1 2

Click to comment
To Top