Berita Pilihan

Pemkab Kutim Jalin Kerjasama Dengan STPN Yogjakarta

prosesi penandatanganan MoU dan kesepakatan kerjasama pemkab kutim dan STPN di ruang tempudau, kantor bupati. (fuji humas)

SANGATTA- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) sepakat menjalin kerjasama dengan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta mengenai pengembangan serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) dibidang Pertanahan. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan kesepakatan program dimaksud dilakukan di Ruang Tempudau, Kantor Bupati, Selasa (23/6) kemarin. Kegiatan dimaksud dihadiri

Asisten Pemerintahan Syafruddin, para Staf Ahli Bupati, Kepala Badan, Dinas, Kantor, Kepala Bagian, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), perwakilan Badan Pertanahan Nasional serta perwakilan dari STPN.

Setelah prosesi penandatanganan, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan kerjasama ini sangat positif dan penting untuk meningkatkan manajemen pengelolaa pertanahan didaerah ini. Bupati tidak memungkiri bahwa langkah kerjasama pendidikan ini ditempuh karena masih adanya persoalan tanah diseluruh wilayah Kutim. Terlebih sector yang berkembang seperti perkebunan, pertanian, pertambangan, semuanya berhubungan dengan pertanahan.

“Selama setahun, Kutim diharapkan sudah memiliki database pertanahan yang baik. Sehingga apabila ingin mencari data pertanahan disuatu wilayah kecamatan tidak kesulitan. Tentunya dengan sajian data spesifik sesuai dengan klasifikasinya. Berikutnya persoalan dibidang pertanahan akan semakin mudah diselesaikan,” harap Ardiansyah dihadapan seluruh undangan yang hadir.

Selanjutnya terkait program peningkatan manajemen pertanahan di Kutim, Bupati juga menyebut bahwa Camat kedepan akan dilibatkan dan mendapat tanggungjawab atas database pertanahan diwilayahnya masing-masing. Diharapkan melalui upaya ini, kedepan persoalan tanah bisa diselesaikan satu persatu dan tidak bermasalah lagi. Terakhir mantan Wakil Bupati Kutim ini meminta agar MoU yang sudah tandatangani langsung ditindak lanjuti dengan program kesepakatan kerjasama.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) STPN Bambang Suyudi menjelaskan program kerjasama ini dilakukan untuk mendukung dan mendorong peningkatan mutu SDM dibidang pertanahan di lingkungan Pemkab Kutim. Baik dari segi regulasi, institusi, dan program kegiatan sebagai upaya meningkatkan kualifikasi dan kompetensi aparatur pertanahan. Sesuai standar nasional, serta pengembangan kualitas aparatur pertanahan secara berkelanjutan. Ruang lingkup dalam kesepakatan bersama meliputi pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengkajian. Pemanfaatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkait dengan Pertanahan, pemberdayaan masyarakat.

“Seluruh mahasiswa akan tinggal di asrama. Setelah lulus akan mengikuti uji kompetensi,” katanya.
Kepala Bagian Pemerintahan Alexander Siswanto mengatkaan perkembangan pertanahan di Kabupaten Kutim yang sangat kompleks dengan permasalahan pertanahan menjadi latar belakang dilakukannya program kerjasama ini. Apalagi saat ini ternyata SDM aparatur yang menangani persoalan dimaksud belum seimbang dengan masalah yang ditangani.

Dia menjelaskan saat ini pihaknya telah membentuk tim guna melakukan seleksi calon mahasiswa yang nantinya mengikuti perkuliahan program pendidikan Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral (PPK). Seleksi mengutamakan putra terbaik dari masing-masing kecamatan. Karena nantinya lulusan STPN akan mengabdi di kecamatan. Pengiriman taruna STPN ini merupakan program kerja terintegrasi dari beberapa SKPD dan unit kerja lingkup Pemkab Kutim. Dia berharap kedepan, pihaknya dapat menciptakan database masalah pertanahan yang sifatnya umum demi menghindari masalah sengketa. Juga menyusun dan menertibkan database pertanahan daerah sebagai bentuk manajemen asset Pemkab Kutim. Sekedar diketahui pada angkatan pertama ini, Pemkab menyeleksi dan mengirimkan 20 calon mahasiswa. Seleksi dilaksanakan sejak 17-29 Juni 2015. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon mahasiwa diantaranya memiliki nilai rata-rata mata pelajaran matematika semester 1 sampai dengan semester akhir, minimal 7,0. Bertinggi badan minimal 155 cm untuk wanita dan 160 cm laki-laki. Lulus seleksi administrasi, tes tertulis, tes wawancara, tes stereoskopis dan tes kesehatan yang diselenggarakan oleh STPN. Serta berusia maksimal 27 tahun pada tanggal 31 Agustus 2015. (hms3)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: