Peristiwa

Dinas Pendidikan Kutai Timur, Gelar Diklat K13 Guru Se-Kutim

unnamed (2)

SANGATTA- Kurikulum 2006 saat ini sudah dikembangkan menjadi Kurikulum 2013 (K13) dengan dilandasi pemikiran tantangan masa depan yaitu tantangan abad ke 21 yang ditandai abad ilmu pengetahuan, knowlwdge-based society dan kompetensi masa depan. Sesuai dengan kepercayaan pemerintah pusat, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) langsung melaksanakan K13 diseluruh sekolah didaerah ini, sekaligus menjadi daerah percontohan program implementasi K13.

Agar pelaksanaan K13 dapat berjalan dengan baik, perlu dilakukan pelatihan bagi para guru dan kelapa sekolah yang akan melaksanakan kurikulum ini. Untuk itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) implementasi K13 bagi guru se-Kutim. Tujuan umumnya adalah agar terjadi perubahan pola fikir (mindset) guru dalam mempersiapkan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi hasil pembelajaran sesuai dengan pendekatan dan evaluasi pembelajaran pada K13 dengan baik dan benar.

“Tujuan khusus Pelatihan Guru Sasaran Implementasi Kurikulum 2013 adalah agar peserta mampu memahami materi pelatihan,” kata Kepala Disdikbud Iman Hidayat.

Materi pelatihan yakni rasional K13, elemen perubahan kurikulum, Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD). Berikutnya strategi implementasi K13, isi Buku Guru, isi Buku Siswa, penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Cara penilaian sesuai tuntutan K13, cara melaksanakan pembelajaran sesuai tuntutan K13 dan skenario pelaksanaan pelatihan dan metodologi pelatihan Implementasi K13. Memiliki kemampuan sebagai pelatih dalam pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 dan memahami mekanisme pendampingan pelaksanaan K13. Secara umum diharapkan para guru memiliki kemampuan menjelaskan K13.

“Sejak tahun 2013 hingga Agustus 2014 lalu, kami (Disdikbud) telah beberapa kali menyelenggarakan diklat implementasi Kurikulum 2013,” jelas Iman.

Dia menyebut, jika tidak terkendala dan sesuai rencana, dijadwalkan pertengahan tahun ini sebanyak 6.129 guru, seluruhnya sudah mendapatkan kesempatan mengikuti diklat implementasi K13. Selanjutnya program ini dapat dijalankan secara merata dan seimbang diseluruh sekolah di Kutim. (hms3)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: