Berita Pilihan

Akibat Jalan Rusak, Penyelenggara Jalan Raya Dapat Dipidanakan

IMG_20150701_132149

WartaKutim.Com…Akibat proyek yang amburadul dan lemahnya pegawasan dari pemerintah daerah, mengakibatkan sebagian jalan cepat rusak dan berlobang, sehingga tak sedikit masyarakat yang menjadi korban atas rusaknya jalan tersebut. masyarakat yang menjadi korban atas buruknya kondisi jalan, bisa menuntut kepada pihak terkait.

Menurut, Ajis salah satu mahasiswa Hukum Universitas Brawijaya Malang yang sedang berlibur di Kota Sangatta menuturkan masyarakat yang menjadi korban atas buruknya kondisi jalan seharusnya bisa menuntut kepada pihak yang terkait untuk pertanggung jawabannya karena ada UU yang mengatur tentang ini.

Menurutnya, dalam Undang-undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), penyelenggara jalan raya dapat dipidanakan jika warga dan pengguna jalan mengalami kecelakaan akibat fasilitas umum yang rusak, seperti jalan berlubang.

Aturan tersebut tertuang dalam pasal 24 ayat (1) UU No 22/2009, yang berbunyi “Penyelenggara jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas”. ujarnya

Dalam ayat (2) pasal 24 disebutkan pula, dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan jalan yang rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelenggara jalan wajib memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Pada ayat (3), tertulis jika fasilitas umum rusak tersebut mengakibatkan pengguna jalan terluka, penyelenggara jalan dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) dapat dikenakan pidana.

Dalam UU 22 tahun 2009 juga tertuang ancaman hukuman bagi penyelenggaran jalan yang tidak segera memperbaiki jalan yang rusak dan berakibat kecelakaan dan berdampak korban luka ringan dan kerusakan kendaraan dapat dipidana dengan penjara paling lama 5 bulan atau denda paling banyak Rp 12 juta. (*/bnr)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: