Berita Pilihan

Bupati Himbau Pengusaha Segera Membayar THR Karyawan

Ardiansyah SulaimanWartaKutim.Com…Bupati  Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menghimbau selurur pengusaha yang ada di daerah ini untuk memberikan  Tunjangan Hari  Raya (THR) bagi pekerja sebagi upaya untuk memenuhi kebutuhan mereka dan kelurganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kutai Timur, Abdullah Fauzie, saat ditemui diruang kerjanya, mengatakan, himbauan bupati agar seluruh pengusaha membayarkan THR bagi buruh/pekerja, berdasarkan  Surat  Edaran Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 7/MEN/VI/2015 yang ditujukan kepada para Gubernur, bupati/walikota seluruh Indonesia tentang pembayaran tunjangan keagamaan dan himbauan mudik lebaran.

Dalam surat edaran Menteri Ketenagakerjaan disebutkan, setiap perusahaan yang telah mempekerjakan pekerja/buruh memberikan THR bagi pekerja yang bekerja yang mempunyai masa kerja tiga bulan secara terus menerus atau lebih. Kemudian pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus sebesar sat bulan upah.

“Gubernur dan Bupati-Walikota juga diminta mendorong  pengusaha diwilayahnya untuk menyelenggarakan mudik lebaran serta membentuk Pos Komando Satuan Posko Ketenagakerjaan peduli lebaran 2015”kata Kadisnakertrans, Abdullah Fauzie, beberapa waktu lalu

Menurut Fauzie, terkait dengan himbuan bupati Kutim dalam rangka untuk menindak lanjuti surat edaran Kementerian Tenaga Kerja RI dan surat edaran Kadisnakertrans  Kalimantan Timur, Usriansyah Nomor 560/2250/BHI/DTKT taanggal 25 Juni 2015 , maka Pemkab Kutai Timur melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, telah menyurati secar resmi seluruh pimpinan perusahaan didaerah ini untuk membayar THR karyaran, dengan nomor surat 568/939/HIJ tanggal 23 Juni 2015.

“Disnakertrans Kutim menyurati  617 perusahaan dan pimpinan perusahaan  wajib membayar THR Keagamaan bagi pekerja selambat-lambatnya tujuh hari sebelum hari raya keagamaan”katanya.

Dikatakan Fauzie, sebanyak 617 pengusaha yang kami surati itu terdiri dari berbagai sektor usaha, terdiri dari sector usaha pertambangan batubara, pertambangan minyak dan gas, perkebunan sawit, logging perkayuan, Hak Penguasaan Hutan (HPH), Kehutanan (HTI), CPO Sawit, Jasa Perhubungan, Survey/Analisis Batubara, Konstruksi, Jasa Catering, Suplayer, Bangunan Sipil, Telekomunikasi, Transportasi, Jasa Angkutan dan lainnya.

Berdasarkan data pada Disnakertrans Kutim, bahwa dari 617 perusahaan dengan berbagai sector usaha tersebut, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 107 ribu lebih karyawan diantaranya  86 ribu lebih karyawan laki-laki dan 22 ribu lebih karyawan perempuan.

“Disnakertrans Kutim juga membuka posko pengaduan THR. Kalau masih ada pengusaha belum membayarkan THR pekerja  pada H-7 dihimbau melapor”katanya (hms6/wk)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: