Ekonomi

Bupati Apresiasi Program Terbaru Baznas Kutim

Kepala Baznas Kutim Idrus Yunus (kiri) bersama dengan Bupati Ardiansyah Sulaiman menyerahkan bantuan program ternak kambing pada Camat Kongbeng. (RONALL_HUMAS SETKAB KUTIM)

Sangatta,WARTAKUTIM.com – Mengelola zakat bukan hanya sekedar mengelola uang, mengelola organisasi dan manajemen, atau sebatas mengelola program. Mengelola zakat berarti mengelola ekspektasi masyarakat dan harapan umat yang begitu besar terhadap lembaga pengelola zakat. Perkembangan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutai Timur dalam beberapa tahun terakhir, diakui oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman mengalami kemajuan yang begitu luar biasa. Baznas Kutim menjadi pioner utama dalam mengembangkan berbagai program zakat yang mengena pada kegiatan masyarakat tidak mampu.

Ardiansyah Sulaiman mengakui Baznas Kutim hingga sekarang terus menjadi wadah percontohan bagi seluruh Baznas yang ada di Kaltim. Karena program pemberdayaannya ternyata tidak dapat dijumpai di tempat-tempat lain di Kaltim. Mulai dari program dengan paket UKM, paket kesehatan, paket pendidikan, hingga program ternak kambing. “Karena pergerakkan pemberdayaan masyarakat di Kutim mampu berkembang dengan luar biasa, yang mana semua bermuara pada keinginan untuk meningkatkan kemampuan dan derajat masyarakat miskin. Program bantuan yang digulirkan oleh Baznas Kutim adalah program-program yang produktif, sehingga bukan program yang konsumtif. Masyarakat diajak untuk memberdayakan diri mereka agar kemudian terbebas dari kemiskinan, dengan mengoptimalkan bantuan-bantuan yang telah terprogram baik,” ungkap Bupati.

Perlu diketahui program Baznas antara lain ialah, Kutim Peduli yang mana pihak Baznas memberikan bantuan kepada orang tidak mampu, korban bencana kebanjiran dan kebakaran, serta perbaikkan rumah kaum tidak mampu. Selanjutnya ada pula program Kutim Sejahtera yakni program bantuan kepada petani dan nelayan, baik berupa pemberian bantuan pengadaan bibit tanaman, bantuan pupuk dan juga penyuluhan pertanian. Program ini sendiri adalah implementasi dari program zakat community development yang bekerjasama dengan pemerintah kabupaten. Selain itu ada pula program Kutim Taqwa, Kutim Cerdas, dan Kutim Sehat.

Sementara itu, Ketua Baznas Idrus Yunus mengatakan untuk program terbaru yang digulirkan adalah penyaluran 50 ekor kambing. Pada tahun 2015 ini, penyaluran kambing untuk diternakkan oleh kelompok peternak diberikan pada setiap kecamatan dengan satu desa pilihan. Program ini dikemas dalam program pemberdayaan yang mana bantuan diberikan kepada kelompok peternak miskin, dengan jumlah anggota sebanyak 10 orang.

“Lima puluh ekor kambing yang terdiri dari kambing jantan sepuluh ekor dan kambing betina empat puluh ekor, yang dipelihara dengan sistem gaduh oleh satu kelompok. Polanya adalah peternak memelihara indukkan selama tiga tahun, setelah memasuki tahun keempat dapat digulirkan pada kelompok lain. Begini! Semisal satu ekor kambing dapat melahirkan empat ekor dalam satu tahun, maka perhitungannya dalam tiga tahun menjadi dua belas ekor. Yang kemudian dibagi menjadi dua, untuk kelompok peternak pertama dan untuk kelompok peternak kedua atau lanjutan dalam lingkungan desa tersebut,” ungkap Idrus Yunus.

Target Baznas sendiri akan terealiasi penuh pada tahun 2016 mendatang, untuk seluruh desa di Kutim yang berjumlah 144 desa. Sehingga program pemberian kambing untuk tahun 2015 ini, selain dijadikan pilot projet awal juga dirasa dapat menjadikannya evaluasi untuk pengembangan program lebih jauh. Sekarang ada sembilan kecamatan yang telah menerima kambing bantuan, dengan jumlah total 450 ekor. Sehingga penuntasan hingga akhir tahun ada 18 desa di seluruh Kutim yang menjadi pilot project awal.

“Sehingga disini kami dapat mengevaluasi program tersebut di masing-masing kelompok, yang mana bekerjasama dengan pihak Badan Pemberdayaan masyarakat (Bapemas), Dinas Pertanian dan Peternakkan, Kecamatan, hingga pihak Unit Pengelola Zakat (UPZ) Baznas di kecamatan untuk menghindari penyelewengan. Diperkirakan dalam tiga tahun mendatang jika program ini berjalan lancar, kita akan memiliki surplus daging alias swasembada daging. Dengan kata lain akan ada 58.000 ekor kambing yang menjadi aset peternak mustahid,” ungkapnya lebih jauh. (hms5)

Click to comment
To Top