Berita Pilihan

Tiga Kecamatan Jadi Pioner Desa Tangguh

Bencana

Sangatta, WARTAKUTIM.com – Memberikan pemahaman serta pembelajaran kepada masyarakat untuk memberikan respon darurat pada saat terjadi bencana dan pasca bencana amatlah penting dilakukan. Inilah yang mendasari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur, membentuk desa tangguh di tiga kecamatan.

Kepala BPBD Zainuddin Aspan mengatakan bahwa pemebentukkan desa tangguh bertujuan mendorong peran strategis masyarakat dalam mengikuti sistem penanggulangan bencana. Sehingga pengelolaan manajemen penanganan bencana menekankan pentingnya masyarakat desa tangguh sebagai pioner penanganan dan penanggulangan bencana, yang tentu tetap didukung oleh pemerintah daerah dalam langkah lebih lanjut.

“Ini adalah untuk memperkuat masyarakat dalam menghadapi bencana dengan tepat dan terkoordinasi dengan baik. Sehingga pasca bencana terjadi masyarakat dapat melakukan perbaikkan dan mampu menangani sesegera mungkin proses pemulihan. Untuk permulaan kita membentuk desa tangguh di tiga kecamatan yang dinilai cukup padat penduduk dan rawan bencana, mulai dari Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan Bengalon,” ungkap Kepala BPBD Kutim.

Tidak saja ketiga kecamatan tersebut pembentukkan dilakukan, tetapi juga akan dibentuk dalam waktu dekat di Rantau Pulung, yang berlanjut pada kecamatan-kecamatan lainnya di daerah pesisir dan pedalaman Kutim. “Rantau Pulung akan kita bentuk desa tangguh pada Oktober mendatang, materi yang kita sajikan pada masyarakat sama dengan tiga wilayah sebelumnya. Untuk lokasi lainnya akan dilanjutkan secara bertahap, yang rencananya akan selesai semua sebelum akhir tahun,” ungkap Zainuddin. (OR)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: