Berita Pilihan

Awang Faroek Janji Perjuangkan DOB Kutai Utara

GUBERNUR

Sangatta, WARTAKUTIM.com – Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, memberikan dukungan penuh atas keinginan tulus Komite Pembentukkan Kabupaten Kutai Utara untuk membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB). Delapan kecamatan tersebut merupakan kecamatan yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Kutai Timur, yakni Muara Ancalong, Busang, Long Mesangat, Muara Wahau, Kongbeng, Telen, Batu Ampar, dan Muara Bengkal.

Awang Faroek Ishak mengatakan pada saat dirinya menjadi Bupati di Kutim, telah memiliki perencanaan jangka panjang. Dengan seiring waktu berjalan, Kutim perlu dimekarkan lagi agar adanya pemerataan pembangunan sehingga tidak ada lagi kecamatan yang terisolir. Dirinya yakin sekarang ini, baik Pemkab Kutim maupun Provinsi Kaltim telah mendorong terbentuknya DOB Kutai Utara dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan dengan matang. Apalagi Kutim itu sama besarnya dengan wilayah provinsi Jawa Barat, sehingga Gubernur berharap semua persyaratan untuk mendukung terbentuknya DOB dapat dipenuhi. Sehingga ketika masuk dalam Program Legislasi Nasional telah komplit.

“Nyata saya mendukung secara penuh keinginan warga di delapan kecamatan yang berada di wilayah utara Kutim. Karena saya secara pribadi bahkan, turut memantau dan berharap besar daerah ini dapat dimekarkan. Kita berharap semua anggota DPR Republik Indonesia dari wilayah Kalimantan Timur, mampu memperjuangkan keinginan masyarakat agar mampu terjadi pemerataan pembangunan nasional,” ujar mantan orang nomor satu di Kutim ini.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab Kutim Syafruddin, mengaku apa yang dikatakan oleh Gubernur menjadi masukan penting bagi pihaknya sebagai tim pendamping bagi KPK Kutai Utara dalam pembentukan daerah otonomi baru. Karena dalam keputusan yang telah dikeluarkan oleh Bupati dan pihak DPRD Kutim, mengingat proses pemekaran segera dilakukan perlu penanganan yang serius. Masyarakat sudah bersepakat untuk bersama-sama dengan tim pendamping dalam memproses keinginan tersebut.

“Dalam penetapan ibukota kabupaten nantinya, masyarakat tidak mempermasalahkan dimana lokasinya. Terlebih seluruh tokoh masyarakat telah bersepakat dimanapun lokasi ibukota kabupaten nantinya, yang terpenting daerah ini mampu berdiri menjadi daerah otonomi baru sehingga pemerataan pembangunan dapat terpenuhi. Apalagi Gubernur mendukung dengan tegas proses pemekaran, salah-satunya saat hal ini dibawa dalam Prolegnas,” ungkap Syafruddin.

Sementara itu Ketua Forum Masyarakat Benteng Mawakal Mugeni menyebutkan DOB Kutai Utara telah dipersiapkan infrastruktur dengan baik, karena dari Sangatta menuju Muara Wahau saja telah dapat ditempuh dengan waktu tiga jam. Belum lagi kelengkapan sarana dan prasarana lain yang mendukung percepatan dan pembangunan wilayah baru nantinya, yakni adanya lapangan terbang perintis yang telah dijalankan dalam beberapa bulan terakhir.

Click to comment
To Top