Berita Pilihan

Manajemen Pertamina EP Field V Sangatta Datangi Pemkab Kutim

BAHAS

 

Sangatta, WARTAKUTIM.com – Dalam rangka mengenalkan visi-misinya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Kabupaten Kutai Timur, maka pihak manajemen Pertamina EP Field Sangatta melakukan pertemuan dengan Bupati Ardiansyah Sulaiman pada Kamis (3/9) di kantor Bupati Kutim. Selain melakukan silaturahmi, pihak Pemkab Kutim dan Pertamina EP Field Sangatta juga membahas mengenai perkembangan terakhir tentang Keputusan Menteri Kehutanan tentang enclave kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).

Pertemuan itu sendiri tidak hanya mempertemukan Bupati dan Manager Pertamina EP Field Sangatta yakni Afwan Daroni dan L&R Asisstant Manager Ifni Hidayat, namun juga perwakilan dari Dinas Kehutanan, Dinas Pertambangan, serta Dinas Pengendalian Lahan dan Tata Ruang Kutim. Bupati menerangkan bahwa pihaknya menyambut baik kedatangan pihak managemen baru Pertamina, yang sebelumnya pimpinan diduduki oleh Abdul Muhar kini dipimpin oleh Afwan Daroni. Sehingga dengan ini kerjasama antara pihak BUMN dan Pemkab Kutim tersebut, dapat terus berlanjut terutama terkait program Coorporate Social Responsibilty (CSR) bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Pembangunan di kawasan Sangatta Selatan dan Teluk Pandan hampir antara enam hingga tujuh tahun tidak dapat dilakukan pembangunan seperti enam belas kecamatan lainnya di Kutim. Karena dua kecamatan tersebut berada dilahan Taman Nasional Kutai (TNK), tentu bisa dibayangkan betapa masyarakat tersebut masuk wilayah administratif Kutim namun pembangunan tidak berjalan karena kendala yang ada. Sempat dibangun Sekolah Menengah Umum dan Terminal, tetapi dilarang dan Pemkab dilaporkan, sehingga kemudian terbengkalai.

“Pada pertemuan di Jakarta antara Pemkab dengan pihak Kementerian Kehutanan, memang SK Enclave tidak sesuai dengan keinginan kita yakni seluas 24.607 Ha. Yang ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan dan DPR RI disetujui seluas 7.816 Ha. Pada pertemuan terakhir saya diyakinkan oleh Dirjen Planologi dan Tata Hutan kedepan akan dilakukan penetapan tata batas, yang mana masyarakat yang diluar wilayah penetapan akan serta merta akan ditarik atau ditambah nantinya. Sehingga dengan cara itulah saya yakin, jika nantinya warga saya tidak ada lagi yang tidak masuk lahanya dalam SK enclave TNK,” jelas Ardiansyah Sulaiman.

Bahkan setelah itu pihak Pemkab Kutim dapat memperjuangkan lagi luasan lahan yang hendak diminta sebelumnya dengan luas lahan seperti yang dibutuhkan. Tetapi didalam kondisi sesuai SK Enclave Kementerian Lingkungan dan Kehutanan ada wilayah Pertamina EP Field V Sangatta yang masuk didalamnya. Sementara ini dari keputusan 7.816 Ha, ada wilayah kita yang berada diantara wilayah yang ditetapkan menjadi terisolir, termasuk bandara udara Sangkima. Karena ada luasan lahan yang ditetapkan termasuk kawasan eksplorasi Pertamina. “Kita menyarankan agar kawasan Pertamina dikeluarkan dari penetapan enclave, agar diganti dengan kawasan bandara Sangkima dan wilayah sekitarnya. Sehingga hal ini memungkinkan pembangunan  di wilayah tersebut dapat berjalan dengan baik, karena pembebasan lahan yang ada masih berupa spot-spot wilayah semata tanpa penyatuan yang justru menyebabkan keterisoliran atau tidak meratanya pembangunan,” ungkap Bupati dihadapan manajemen Pertamina.

Perlu diketahui dari enclave lahan TNK seluas 7.816 Ha, terdaat didalamnya Areal Penggunaan Lain (APL) seluas 2.100 Ha merupakan kawasan ekplorasi minyak yang dikelola oleh pihak Pertamina EP Field Sangatta. Sehingga dengan melakukan pengajuan baru, maka kawasan yang ada dikisaran Lapangan Terbang Sangkima dapat menjadi kawasan enclave yang berbasis pada kebutuhan masyarakat. Untuk nantinya mengganti kawasan enclave yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan dan Kehutanan.

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: