Berita Pilihan

Kelompok Tani Menuai Bakti, Pemantik Petani Beternak Ayam Kampung

IMG_9013

 

Sangatta, WARTAKUTIM.com – Meningkatkan kemampuan petani atau peternak ayam kampung sebagai sumber nafkah utama dan bukan lagi sampingan, pada saat ini memiliki peluang besar untuk dilakukan. Salah-satu sebab peternakkan ayam kampung tertinggal ialah kemampuan manajemen peternak yang lemah. Padahal potensi ayam kampung demikian besar dan permintaan pasar yang makin hari makin meningkat. Kutai Timur dapat menjadi daerah barometer peternakkan ayam kampung, dengan asumsi perternakkan sudah ada dan peternak memiliki keinginan untuk mengarahkan peternakkannya pada usaha komersial.

Sehingga pihak Dinas Pertanian dan Peternakkan Kutim melalui Kabid Peternakkan Diah Ratna Ningrum bersama pihak PT KPC menggelar lokakarya peternakkan ayam kampung, dengan tema “Sejahtera Dengan Beternak Ayam Kampung Solusi Kreatif, Bagi Kemajuan Peternak di Kecamatan”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (2/9) lalu, menghadirkan pembicara yakni Ketua Kelompok Tani Menuai Bakti yakni Bahtiar dan Sekcam Bengalon Ernawati serta dihadiri puluhan perwakilan kelompok tani kecamatan setempat.

Kelompok Tani Menuai Bakti Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon diharapkan mampu memantik semangat kelompok tani lainnya di Kutim, agar dapat mengembangkan ternak unggas lokal dengan konsep ternak modern. Terlebih sebelumnya Menuai Bakti yang merupakan kelompok tani binaan PT Kaltim Prima Coal (KPC) tersebut berhasil menjadi Juara I Lomba Ternak Unggas Lokas Nasional Tahun 2015.

Bupati Ardiansyah Sulaiman menyinggung perihal penting mengenai ternak ayam kampung. Selama ini pemeliharaan ayam kampung selalu menggunakan pola ternak yang sederhana, padahal jika dikelola dengan pola peternakkan modern ternyata hasilnya begitu luar biasa. Seperti yang pernah dipelajari Bupati ketika mencoba beternak ayam, bagaimana sejak sekarang petani mampu meminimalisasi biaya produksi atau pakan ternak, hingga transportasi. Untuk itu penting bagaimana ketersedian DOC, (Day Old Chicks, Red) anak ayam usia sehari komersial sebagai bibit ayam untuk memudahkan petani melakukan peternakkan ayam kampung secara massal. Dengan kata lain jika mampu memiliki kebutuhan DOC lokal atau dikelola sendiri, maka hal tersebut dapat memangkas biaya hingga 50 persen lebih untuk saving dana bagi peternak.

“Beternak ayam kampung merupakan ternak yang murah meriah, jika dikelola secara sederhana atau kebiasaan kita pada umumnya. Karena tinggal dilepas pada pagi hari, sore harinya sudah balik ke kandang. Tetapi yang seperti ini costnya tidak terlalu banyak, apalagi jika memiliki ayam kampung jago tentu nilainya akan lebih banyak. Sekarang ini telah dimulai diberdayakan ternak ayam kampung dengan pola modern. Dengan adanya kesuksesan kelompok tani Menuai Bakti, dapat dijadikan pemantik petani lainnya untuk beternak ayam kampung dengan pola yang sama,” ungkap Bupati.

Click to comment
To Top