Berita Pilihan

Kabut Makin Tebal, Warga Rentan Terkena ISPA

Cegah ISPA

Sangatta, WARTAKUTIM.com – Kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan semakin hari semakin parah saja. Selain menganggu penerbangan lintas udara, jika terus menerus keadaanya seperti ini akan menganggu jarak pandang pengendara roda dua dan roda empat nantinya.

Bahkan efek buruk kabut asap akibat kebakaran hutan selain dapat menyebabkan timbulnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), jika terpapar terus-menerus akan dapat menyebabkan kanker. ISPA jadi lebih mudah terjadi, karena tidak seimbangnya daya tahan tubuh, pola bakteri penyebab penyakit, dan buruknya lingkungan.

ISPA akibat kebakaran hutan, bisa terjadi melalui tiga mekanisme, yakni iritasi, infeksi, serta penurunan daya tahan ‎‎‎ melawan kuman. Dampak langsung lainnya, adalah ‎gangguan pada mata dan kulit. Efeknya menimbulkan keluhan gatal, mata berair, peradangan, dan infeksi yang kian berat.

Ismail salah-satu warga Sangatta mengaku seringkali terganggu dengan keadaan seperti ini, mau tidak beraktifitas keluar rumah. Pasti kerjaan akan terganggu, untuk itulah dirinya mengakali dengan menggunakan masker. “Kalau dipikir memang diluar kelihatan mendung karena sinar matahari terhalang kabut, padahal itu khan sebenarnya kabut asap. Jadi saya memilih menggunakan masker saat beraktifitas keluar rumah,” jelasnya.

Lain lagi yang dirasakan oleh Anisa, ia merasa saat keluar rumah tanpa menggunakan masker dan kaca mata. Maka selain pernafasan terganggu, seringkali matanya perih hingga kemerah-merahan. “Kalau kita sich mungkin masih bisa menahan, tapi kasihan anak-anak. Karena pengaruh pada kesehatan mereka, selain ke sekolah untuk aktifitas diluar ruangan anak-anak saya larang dulu. Bahaya Mas,” ungkapnya khawatir.

Click to comment
To Top