Berita Pilihan

Jual Kepiting Hidup, Ditpolair Tangkap Kapal Nelayan

Tangkapan

Sangatta, WARTAKUTIM.com – Satuan lantas II Direktorat Polisi Perairan (Polair) Kepolisian Daerah Kalimantan menggagalkan satu unit Kapal Motor Nur Jannah II Jenis 18 GT yang membawa kepiting berukuran dibawa 15 cm dengan berat 200 gram dan kepiting bertelur, Selasa (29/9/2015) lalu. Dari hasil penangkapan tersebut, Polisi juga mengamankan salah satu juragan kapal berikut satu ABK (Anak Buah Kapal) yang diamankan di Satlan II Dit POlair Polda Kaltim tarakan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasubbid Gakkum Dit Polai Polda Kaltim, AKBP Erlan Munaji menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari patroli dan mencurigai KM Nur Jannah II yang melintas. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan box berisi 239 kepiting hidup yang diantaranya berukuran dibawah 15 cm dan kepiting betina yang bertelur dan kepiting asoka yang sudah dalam keadaan beku sebanyak 159 ekor.

Kapal asal Tarakan yang memiliki dokumen surat persetujuan berlayar itu rencananya akan membawa kepiting itu untuk dijual ke Tawau, Malaysia. Terkait ini, tiga kru kapal sudah dimintai keterangan dan diberikan pengarahan agar tidak lagi melakukan penangkapan kepiting itu. “Bukan hanya kepiting tetapi rajungan betina yang berukuran dibawah 15 cm dengan berat dibawah 200 gram juga tidak diperbolehkan untuk diperdagangkan,” tegas Erlan.

Apabila edaran tersebut telah diterapkan awal Januari 2016 mendatang, pihaknya bakal memberikan sanksi tegas jika ada nelayan yang masih melanggar aturan penangkapan lobster, kepiting dan rajungan sesuai dengan aturan dari Menteri KP tersebut. Baik berupa denda administrasi sampai pencabutan izin usaha untuk Usaha Dagang pengepul yang melanggar.

Sementara itu, Koordinator Fungsional Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Kelas II Tarakan, Halimun Nur mengatakan, Kepiting yang disita oleh petugas langsung dilepaskan ke habitatnya di sekitar pohon bakau untuk menjaga kelestarian dan menjaga kuantitas populasi kepiting. “Sesuai dengan amanat di Permen-KP nomor 1, kepiting yang tidak masuk dalam kriteria ukuran dan berat yang bisa di eksplorasi akan dikembalikan ke habitatnya,” terangnya. (1news)

Click to comment
To Top