Berita Pilihan

Ribut-Ribut Soal Tanah Kerajaan

Kerajaan

Sangatta, WARTAKUTIM.com – Warga Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samarinda terus bergelut dengan perusahaan tambang batu bara PT Insani karena permasalahan lahan. Aksi saling klaim ini sudah berlangsung selama 3 tahun. Warga mengatakan jika lahan tersebut dibeli dari seseorang seharga Rp 5 Juta per hektar, sementara PT Insani juga mengklaim jika lahan tersebut sudah dilakukan ganti rugi atau pembebasan lahan dengan warga 5 tahun silam.

Merasa sebagai pemilik sah, kedua belah pihak tidak ada yang mau mengalah dan permasalahan ini terus menjadi pekerjaan rumah (PR) yang belum terselesaikan. Keduanya terus bersitegang, warga yang telah menanami lahannya dengan sejumlah tanaman sayur-mayur digusur pihak perusahaan lantaran lahan tersebut akan dipergunakan pihak perusahaan.

Sampai Rabu (30/9) lalu, warga yang sudah geram akhirnya melakukan penutupan jalur perusahaan. Pihak perusahaan yang tidak mau mengalah, akhirnya memanggil aparat kepolisian untuk menangani warga. Dua unit truk Dalmas Polresta Samarinda dikirim untuk meredam konflik yang dikatakan sempat memanas saat itu.

Kapolsekta Palaran Kompol Yosafat Sallata memimpin pasukan tersebut tidak langsung menindak. Yos mencoba menyelesaikan permasalahan secara persuasif. Apalagi permasalahan ini nantinya akan ditangani langsung dengan Kapolresta Samarinda Kombes Pol M Setyobudi Dwi Putro.

Yos menerangkan, orang yang telah menjual tanah tersebut mengaku kepada warga kalau tanah tersebut merupakan tanah kerajaan yang dijual kepada warga dengan harga murah.“ Semua akan jelas jika diselesaikan secara perdata nantinya,” terang Yos. (1News)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: