Berita Pilihan

Tak Semua Geng Motor Anarkis

IMG_4226

Sangatta, WARTAKUTIM.com – Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, klub motor selalu identik dengan kenakalan remaja. Hal ini tidaklah dapat ditampik begitu saja, karena dalam pemberitaan yang berkembang sekarang baik di media televisi, koran, hingga internet. Berita-berita kriminal bak benang merah yang menghubungkan begal atau perampasan barang dan motor roda dua oleh geng motor.

Melihat hal tersebut Komunitas BYONIC (Byson Yamaha owner Indonesia Club) Sangatta, terus berupaya mengubah stigma yang kadung melekat di geng motor. Geng motor yang terkenal dengan lambang Tengkorak Byson ini kemudian, melakukan berbagai kegiatan sosial baik itu berupa kerjasama dengan Lantas Polres Kutim terkait mengkampanyekan cara berkendaran dan patuh lalu-lintas di jalan raya. Baru-baru ini, BYONIC Sangatta bahkan menggelar kegiatan sosial dengan melakukan pemasangan rambu lalu lintas di sepanjang Jl menuju arah Sangatta – Bontang hingga Sangatta – Bengalon.

Ketua BYONIC Sangatta Bagus Ray Wibowo didampingi oleh Sekjen BYONIC Hernani mengungkapkan jika komunitas motor mereka sangat risih dengan pemberitaan negatif dari berbagai aksi geng motor di Indonesia. Karena mau tidak mau, hal ini berimbas pada kegemaran mereka berkumpul dan melakukan touring bareng menjelajah berbagai rute di Kalimantan hingga Pulau Jawa.

“Kita berharap kegiatan sosialiasi aksi sosial yang dilakukan oleh BYONIC Sangatta dapat menggugah kesadaran masyarakat, bahwa tidak semua geng motor berorientasi pada kekerasan dan tindakkan kriminal. Untuk itulah kami juga menggelar kegiatan pemasangan rambu-rambu lalu-lintas, agar para pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat dapat terhindar dari bahaya saat melintasi area jalan yang berbahaya,” ungkap Hernani.

Sementara itu Maulana salah-satu anggota BYONIC Sangatta mengaku sangat bangga bergabung dengan komunitas motornya yang bermarkas di Bengkel RR Motor di Jl Poros Bontang – Sangatta. Karena selain melakukan kegiatan layaknya penggemar motor-motor lainnya di Indonesia, dirinya merasakan manfaat lain. Yakni mampu menambah persahabatan dengan berbagai komunitas motor lainnya di kabupaten/kota di wilayah nusantara.

“Beberapa bulan lalu, kami mendapatkan kunjungan dari komunitas motor BYONIC Pinrang Sulawesi Selatan. Tanpa sadar kami menjadi duta dari Kutim untuk menjelaskan berbagai kemajuan yang terjadi dari kabupaten pecahan Kutai Induk ini. Rata-rata mereka kagum dengan cara BYONIC Sangatta terus berkembang menjadi komunitas motor yang besar. Dari semua itu yang terpenting, adalah saling bertukar pengalaman antar anak-anak geng motor untuk terus membangun citra positif dari anak-anak geng motor ditengah citra buruk yang terjadi akibat orang-orang tak bertanggung jawab,” ungkap pria berbadan tambun ini.

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: