Berita Pilihan

Asisten Kesra Jenguk Bocah Penderita Tumor Ganas

IMG_9785

Sangatta, WARTAKUTIM.com – Sungguh malang benar nasib bocah bernama Vania Cantika Aurelia (3), warga RT 08 No 47 Kabo Jaya Kecamatan Sangatta Utara. Bocah kecil yang tidak mau lepas dari dekapan ibunya ini, nampak kesakitan akibat menderita tumor ganas di bola mata kirinya. Sebelumnya bocah ini sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A Wahab Syahranie, namun karena merasa terkendala akibat biaya kedua orang tuanya membawa pulang anak tersebut.

Mengetahui hal ini, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Mugeni bersama dengan Kepala RSUD Kudungga Sangatta dr Bahrani berkunjung langsung ke rumah pasien pada Senin (5/10) pagi, yang mana kedatangan tersebut juga diikuti oleh pihak Dinas Kesehatan. Dalam lawatan itu, Mugeni merasa miris melihat nasib buah hati dari Nur Halimah yang terus saja merengek menahan sakit.

“Kita sangat prihatin atas sakit yang diderita oleh Vania cantika Aurelia, melihat hal tersebut kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Baik itu Dinas Kesehatan, RSUD Kudungga, untuk segera menangani sebaik mungkin penanganan terhadap penyakit yang diderita oleh cucu Ibu Misna,” jelas Mugeni sembari melihat keadaan korban dari dekat.

Kedatangan Asisten Kesra Mugeni, diharapkan mampu mewadahi apa yang dirasakan oleh kedua orang tua bocah penderita tumor ganas. Menurutnya persoalan ini bukanlah dibiarkan oleh pemerintah, tetapi karena tidak cepat dilaporkan ke instansi terkait. Tetapi orang tua bocah tersebut diminta tidak usah khawatir, karena sudah merupakan kewajiban dari Pemkab Kutim untuk memberikan bantuan perawatan secara cuma-cuma dan berkala kepada warga tidak mampu.

Kepala RSUD Kudungga Sangatta dr Bahrani mengatakan bahwa menurut keterangan dokter yang telah melakukan perawatan pada pasien, pihak dokter telah menyarankan untuk melakukan kemotrapi atau penyinaran pada penyakit tumor ganas tersebut. Namun hal tersebut balik kepada orang tua boleh atau tidak boleh pasien di kemotrapi, karena untuk melakukan kemotrapi dibutuhkan kondisi fisik yang kuat dari pasien sendiri.

“Setelah melihat secara langsung, selain dari masukkan dokter di RSUD Kudungga. Saya berkoordinasi kepada Asisten Kesra untuk segera merujuk pasien ke RSUD A Wahab Syahranie Samarinda, karena peralatan untuk melakukan kemotrapi cukup bagus di Kaltim. Penyakit pasien sendiri bisa dibilang merupakan penyakit langka, dari 100.000 orang berbanding 1 orang. Untuk itu segera anak ini dirujuk ke RSUD A Wahab Syahranie, agar kemudian pasien dapat segera ditangani. Jikalau orang tua pasien takut akan kendala biaya, kita sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan untuk segera membantu prosedur bantuan biaya seperti yang dilakukan pada warga-warga Kutim tidak mampu lainnya,” ungkap Kepala RSUD Sangatta. (hms5)

Click to comment
To Top