Berita Pilihan

Bekantan Turun Gunung, Karyawan Pabrik Kocar-Kacir

Bekantan

Sangatta, WARTAKUTIM.com – Sungguh luar biasa, entah mungkin karena habitatnya sudah semakin menurun kualitas akibat kabut asap. Seekor bekantan kedapatan berkeliaran di pabrik bahan peledak milik PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) Bontang. Beruntung hewan yang populasinya hampir punah ini diketahui dan langsung diamankan petugas Taman Nasional Kutai (TNK) setelah Direktur PT KNI bernama Pieter menghubungi Balai TNK dan memberitahu ada Bekantan di pabriknya.

“Pak Pieter langsung yang bersurat ke kami (TNK,Red) siang tadi sekitar pukul 13.30 Wita dan mengatakan ada satwa Bekantan di lokasi pabrik, setelah itu kami langsung ke lokasi penemuan,” kata Dede Nurhidayat, didampingi Lita Kabangan, selaku Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Balai TNK kepada wartawan.

Dede menerangkan, sebelum ditangkap, TNK bersama PT KNPI sempat berdiskusi menjelaskan prilaku dan ciri-ciri hewan Bekantan sekaligus mengecek fisik jenis kelamin serta penampakan luar hewan tersebut. Setelah dilihat secara seksama, Bekantan yang ada di pabrik tersebut dalam kondisi sehat. “ Kami bertiga turun ke lapangan dan dari pabrik ada 4 karyawan yang ikut mengevakuasi Bekantan. Alhamdulillah hewan yang dilindungi tidak terlalu agresif sehingga saat pengamanan berlangsung lancar dan cepat,” terangnya.

Lita melanjutkan, Bekantan cenderung tidak agresif namun punya sifat liar. Sehingga apabila bertemu hewan langka ini, diharapkan tidak memberikan makanan atau minuman. Usai diamankan, Bekantan ini akan dilepas di Hutan sangkima Balai TNK. Apabila dilepas malam, pihak TNK takut Bekantan tersebut akan pergi kemana setelah dilepas. “ Kalau pagi kami bisa melihat nanti dia (Bekantan,Red) pergi ke arah mana, sehingga bisa dipantau populasinya,” katanya.

Saat ini populasi Bekantan di Kalimantan hampir punah, untuk di balai TNK diseluruh Kaltim, populasinya kurang dari 200 ekor. Untuk itu, Lita mengimbau agar masyarakat yang menemukan hewan ini diluar hutan agar melaporkan ke Balai TNK. “ Apabila masyarakat ada yang melihat hewan ini, diharap segera berkoordinasi. Kemudian jika ingin kontribusi bisa melalui rehabilitasi hutan mangrove atau kampanye, perusahaan safety talk,” tukasnya. (1News)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: