Hukum Dan Kriminal

Polres Ringkus 2 Orang Warga Pelaku Pembakaran Lahan

Ilustrasi

Sangatta,WARTAKUTIM.com – Maraknya pembakaran lahan di kabupaten Kutai Timur saat ini, membuat polres Kutim, terus berupaya untuk mencari pelaku pembakaran lahan yang sudah sangat mengkuatirkan. Baru baru ini polres Kutim telah meringkus 2 warga yang telah ditetapkan sebagai tersangka pembakaran lahan.

Wakapolres Kutim Kompol I Nyoman Suantara didampingi Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena, kemarin Senin (5/10) lalu di ruang kerjanya. NYoman mengatakan bahwa dari beberapa laporan yang masuk ke Polres Kutim dan Polsek-polsek se-Kutai Timur, ada 3 laporan yang kini sudah ditindak lanjuti. Yang pertama laporan pembakaran lahan di wilayah kenyamukan Sangatta Utara pada tanggal 30 September 2015 dengan tersangka Si. Laporan kedua dari Polsek Bengalon dilokasi Rawa Indah Muara

Bengalon, pada tanggal 29 September dengan tersangka HN. Sementara laporan ketiga di Desa Tepian Langsat Kecamatan Bengalon, perkaranya kini masih dalamproses penyidikan.

Dikatakan Sena, dari kedua tersangka yang kini telah diamankan di Polres Kutim, keduanya tertangkap tangan telah melakukan pembakaran lahan, dan sudah berulang-ulang melakukannya.

“Kedua tersangka bakal dijerat dengan UU perkebunan dengan ancaman 10 tahun penjara, dan pasal 187 KUHP, dengan ancaman 12 tahun penjara”sebutnya

Nyoman menambahkan, usaha yang dilakukan Polres Kutim ini merupakanuntuk shock therapy dan penjeraan kepada para pelaku pembakaran lahan agar tidak semena-mena melakukan pengrusakan lahan dengan cara membakar dan juga mengakibatkan gangguan kabut asap yang merugikan semua pihak. Jajaran Polres Kutim hingga ke tingkat Polsek juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya di kecamatan untuk tidak melakukan kegiatan pembakaran lahan.

Terkait dengan kasus yang menjeratnya, kedua tersangka pada wartawan menyatakan tidak tahu kalau membakar lahan itu salah. Si (47), tersangka pembakaran lahan yang berlokasi di wilayah Kenyamukan Desa Sangatta Utara, mengaku pada mulanya hanya ingin membakar sampah dan tumpukan rumput kering setelah membersihkan lahan yang ditempatinya untuk berladang. Namun dirinya tidak menyangka tindakannya tersebut malah menyebakan kebakaran lahan.

Si yang dulunya mengaku sebagai kuli bangunan dan dalam 2 bulan terakhir beralih profesi sebagai petani sayur mayur ini, mengaku tidak menyangka jika kedatangan anggota polisi ke gubuk kediamannya untuk menangkap dirinya. Setelah mendekam dama sel, Si mengaku hanya pasrah dan mengakui jika dirinyalah yang melakukan pembakaran lahan ini. “Lahan yang saya bakar nantinya akan digunakan untuk menanam timun dan aneka sayuran lainnya,” katanya.

Sementara itu, tersangka HN yang tertangkap tangan tengah melakukan Pembakaran lahan di Rawa Indah Desa Muara Bengalon, mengaku jika 3 hektar lahan yang dibakarnya bukanlah lahan miliknya, melainkan lahan milik majikannya. “Saya hanya berniat untuk membersihkan lahan tersebut dengan cara membakar dan kemudian terjadilah kebakaran lahan, yang akhirnya membuat saya mendekam di balik jeruji besi,”katanya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka ini mengaku menyesal dan memohon agar tidak dijatuhi hukuman yang berat. Apalagi, mereka hanya sebagai pekerjaan penjaga lading. (iza)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: