Berita Pilihan

Pemerintah Galakkan Pengentasan Penyakit Kaki Gajah

Kaki Gajah

Sangatta, WARTAKUTIM.com – Oktober 2015 merupakan tahap pertama pelaksanaan pengobatan dan pencegahan Filariasis alias Kaki Gajah, hal ini terkait ditemukannya beberapa kasus di beberapa wilaya di Indonesia. Kegiatan ini sendiri dilakukan oleh Dinas Kesehatan dengan cara pemberian obat secara massal dan gratis.

Hal tersebut dijelaskan oleh Asisten Kesra Setkab Kutim Mugeni, pada beberapa waktu lalu. Selain Kutim sendiri, agenda pemberantasan kaki gajah merupakan agenda pemerintah pusat. Untuk di Kutim akan dilakukan di setiap lingkungan Rukun Tetangga, hingga ke sekolah-sekolah, dan perusahaan yang dikoordinasikan waktu pelaksanaanya dengan pihak Puskesmas setempat.

“Sosialisasi ini juga secara serentak dilaksanakan diseluruh Kutim, yang mana juga program dari pusat. Untuk itulah ditindak-lanjuti di seluruh wilayah di Indonesia. Untuk pemberian obat filariasi ini tentu akan kita libatkan seluruh Kecamatan, Puskesmas, RT dan kader-kader Posyandu,” ujar Mugeni.

Pihak Pemkab Kutim sendiri menghimbau kepada seluruh Camat untuk turut mensosialisasikan pemberian obat kaki gajah kepada warga setempat. Sementara itu, Kabid Pemberantasan Penyakit Menular (P2PL) Dinas Kesehatan Yusuf mengatakan masyarakat diminta aktif terlibat dalam melakukan pencegahan agar tidak terjadi penyebaran filariasis di Kutim.

“Kita harapkan agar masyarakat mengkonsumsi obat filariasis yang diterimanya, apalagi obat tersebut sudah diterima di Puskesmas. Jangan ditunda-tunda pemberiannya terutama untuk anak dibawah 2 tahun, anak kurang gizi, Ibu hamil dan menyusui. Apalagi penyakit ini menular dan kronis yang disebabkan oleh cacing (Mikrofilaria) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, kantong buah zakar, payudara dan kelamin pada wanita,” jelas Yusuf. (HSM)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: