Warta Parlementeria

Lesgislator Kutim, Pastikan Pembangunan Puskesmas Di Kecamatan Tahun Depan

Uche


SANGATTA. Banyaknya proyek tahun jamak yang tahun ini harus dibayar Pemkab Kutim, yang banyak menyerap anggaran dipahami anggota DPRD Kutim. Karena itu, DPRD menyatakan tidak bisa maksimal memperjuangkan anggaran, khususnya untuk Dinas Kesehatan, yang saat ini terlilit utang dari beberapa rumah sakit, terutama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga, Kutim.

Ketua Komisi D DPRD Kutim Uce Prasetyo, mengakui, karena anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBDP) Kutim tahun ini kecil, karena itu tidak bisa memperjuangkan anggaran besar bagi Dinas Kesehatan. Meskipun di dinas itu, banyak program, yang memang membutuhkan anggaran besar, terutama untuk bayar utang Jamkesda senilai Rp8 miliar.

“Tahun ini kan pembayaran terakhir utang proyek tahun jamak, yang harus dilunasi. Karena itu, banyak anggaran yang terkuras ke sana. Karena APBDP Kecil, sementara, Kutim menghadapi Pilkada, yang menyerap anggaran sekitar Rp80 miliar, karena itu sulit untuk mencari anggaran untuk dinas kesehatan,” katanya.

Namun, meskipun APBDP kecil, DPRD telah mengalokasikan anggaran Rp4 miliar untuk bayar utang Dinkes tahun lalu. “Mudah-mudahan tahun depan bisa dilunasi sisanya. Sebab tahun depan tidak adalagi proyek multi years, jadi anggaran bisa diatur. Karena bukan hanya Dinkes yang tahun ini mendapat anggaran kecil, tapi hampir semua dinas juga alami,” katanya.

Soal utang yang tersisa, Uce mengatakan tidak masalah, karena RSUD dan Dinkes masih satu atap. Ibarat orangtua dan anak, jadi utang itu tidak akan menjadi masalah. Bahkan juga tidak akan mengganggu biaya operasional RSUD.

Meskipun demikian, untuk tahun depan suasananya akan berbeda, karena tidak ada lagi proyek multi years yang akan menjadi beban anggaran. DPRD akan memperjuangkan anggaran untuk dinas kesehatan, termasuk akan menganggarkan pembangunan puskesmas. Meskipun tidak akan semua langsung dibangun permanen, namun tahun depan dipastikan aka ada puskesmas dibangun.

“kami berharap tahun depan minimal 4 buah puskesmas dibangun permenen. Terutama yang bangunannya dari kayu dan sudah tua, perlu diprioritaskan” katanya.

Seperti diketahui, Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Aisyah mengakui Dinkes punya utang Rp8 miliar. Utang ini utang Jamkesda dari RSUD Kutim.

Menurutnya, Dinkes berutang besar karena anggaran yang diberikan kecil. Sementara banyak pengguna Jamkesda, yang mau tak mau harus dibayar Dinkes, karena sudah mengantongi rekomendasi dari camat, saat berobat.

Dinkes sebenarnya butuh Rp21 M untuk Jamkesda per tahun, namun tahun ini hanya diberikan di APBD murni Rp3 miliar. Dana ini telah dibayarkan ke rumah sakit di luar kota Sangatta, sedangkan sisa utang Rp8 miliar, pada umumnya utang dari RS di Kutim, terutama RSUD. (ADV)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: