Berita Pilihan

Tim Terpadu Terus Meminimalisir Penyebaran Titik Api

IMG_0223

Sangatta, WARTAKUTIM. com – Kerja luar biasa terus dilakukan oleh Tim Terpadu Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kutai Timur, walau dalam waktu beberapa hari terakhir titik-titik api terus bermunculan akibat dampak kekeringan yang terjadi beberapa waktu terakhir. Dalam rentang waktu antara September hingga Oktober saja tercatat terjadi sekitar 200 titik hotspot atau panas dibeberapa kecamatan.

Kepala BPBD Kutim Zainuddin Aspan didampingi oleh Kabid Kedaruratan, Logistik dan Peralatan Edy R Junaedi menyebutkan jika terdapat beberapa sebaran titik hotspot atau titik panas api di pedalaman dan pesisir Kutim dari pantauan satelit yang dikoordinasikan dengan Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim pada September dan Oktober. Seperti untuk satelit NOAA-18 ada 282 titik, satelit Terra membaca ada 67 titik, satelit NASA Modis ada 92 titik dan satelit Soami NPP terbaca ada 195 titik panas api.

“Sebaran ini tidak saja terpusat di Ibukota Kabupaten yakni Sangatta Utara, tetapi juga terjadi dibeberapa kecamatan lain seperti Muara Wahau, Kongbeng, Muara Bengkal, Batu Ampar, Muara Ancalong, Telen, Kaubun, Sangatta Selatan, Sandaran, Busang, Rantau Pulung, Bengalon, Teluk Pandan, hingga Sangkulirang. Kita sudah bertindak sejak awal dengan melakukan rapat pembentukkan Tim Gabungan antar instansi di Pemkab Kutim serta dengan instansi vertikal lainnya seperti TNI dan Polri agar upaya penanganan dapat dilakukan dengan segera. Karena jika tidak segera ditangani dan dikoordinasikan, tidak dapat dibayangkan akibat kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kutim. Tentu akan parah seperti yang terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” jelas Zainuddin Aspan.

Lebih jauh diterangkan pihak Tim Terpadu Kebakaran Hutan dan Lahan yang terdiri dari beberapa instansi gabungan, dalam menjalankan operasinya dibagi menjadi dua shift atau piket. Untuk piket pertama dimulai pada pukul 08.00 hingga 16.00 Wita dan untuk piket kedua dimulai pada pukul 16.00 hingga 24.00 Wita. “Bupati dan Asisten Kesra bahkan turut memantau langsung beberapa kejadian kebakaran hutan dan lahan, seperti pada kebakaran hutan yang terjadi di Bukit Pandang pada Selasa (20/10) malam. Bupati mengechek langsung kegiatan pemadaman yang dilakukan oleh tim terpadu, sembari memberikan arahan pada pertugas. Tentu saja hal ini menambah semangat tim gabungan yang terdiri dari beberapa instansi, elemen masyarakat, serta TNI Polri,” ungkap Edy R Junaedi.

Click to comment
To Top