Berita Pilihan

Kadisbun Minta Pelaku Sektor Perkebunan Dukung Program Baznas

Garap Peningkatan Zakat Profesi Dari Sektor Swasta

SEPAKATI

Sangatta, WARTAKUTIM.com – Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Kutai Timur dewasa ini, mengalami peningkatan luar biasa. Tidak saja menjadi andalan bagi daerah dalam menyerap pemasukan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi mampu menyerap tenaga kerja yang luar biasa besar. Baik itu yang bergabung dalam perusahaan sebagai petani penggarap hingga petinggi perusahaan, belum lagi sektor jasa layanan hingga konsumsi turut mengangkat pendapatan masyarakat di sekitar perusahaan perkebunan beroperasi.

Kepala Dinas Perkebunan Kutai Timur H. Ahmadi Baharuddin mengatakan kelapa sawit merupakan produk unggulan yang terus mengalami peningkatan produksi dari 20.293,56 kg/hektar pada tahu lalu dan kemudian menjadi 21.005,95 kg/ hektar. Pertumbuhan industri kelapa sawit ini diikuti pula dengan perkembangan industri hasil perkebunan, yang ditandai dengan hadirnya 19 pabrik minyak sawit mentah (CPO) di beberapa kecamatan di Kutim. Hingga tahun 2014 telah terbangun 20 unit pabrik CPO dengan total produksi terpasang 1.045 ton/jam dengan kapasitas terpakai 985 ton/jam.

“Melihat hal tersebut, maka kami sebagai inisiator dengan berbagai perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kutim. Mengajak seluruh perusahaan terlibat dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutim dalam pengelolaan zakat profesi. Bisa dibayangkan multiplier efek dari berbagai kegiatan perekenomian akibat aktifitas perkebunan kelapa sawit. Untuk itulah kami melakukan sosialiasi terkait tugas Baznas kepada seluruh perusahaan perkebunan di Kutim, karena kaitannya jelas sekali untuk mendorong umat dalam mengikuti pedoman hidup Rasullah SAW yang bedampak pada kemajuan umat itu sendiri,” tegas Akhmadi Baharuddin sembari tersenyum.

Sementara itu Ketua Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Kutim H. Idrus Yunus menerangkan bahwa pihaknya sangat terbantu dengan sosialisasi bersama dengan pihak Dinas Perkebunan, terkait program zakat profesi. Selama ini pihaknya lebih fokus pada zakat profesi untuk Pegawai Negeri Sipil, untuk itulah sejak awal tahun lalu sosialiasi terus dilakukan hingga sekarang ini, kepada berbagai karyawan perusahaan di Kutim.

“Kita memberikan pengertian dan keterangan mengenai program zakat profesi hingga pola penyalurannya bagi umat, tentu ini agar para penzakat dapat meyakini dengan keikhlasan hati yang besar terhadap program yang menyentuh masyarakat tidak mampu secara langsung. Dengan demikian dampak luar biasa perkebunan kelapa sawit tidak hanya menyentuh masing-masing individu semata, namun terdapat semangat untuk berlomba-lomba dalam beramal demi kepentingan dunia dan akhirat. Sehingga roda perekonomian umat dapat bangkit secara beriringan dengan kebangkitan ekonomi Kutim sekarang ini,” tegas Idrus Yunus.

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: