Berita Pilihan

Distamben Bagikan Buku Komik K3 ke Petani dan Masyarakat

Sosialisasi K3 yang dilakukan Distamben Kutim untuk mengajak masyarakat supaya tidak sembarangan melakukan aktifitas membahayakan di sekitar kawasan Pertamina.

5ff9846f-cdf7-4de8-8081-0a2e382b30acSANGATTA. Buku Komik, biasannya digunakan untuk cerita anak-anak, agar mudah dipahami. Karena mudah dipahami, Dinas Pertambangan Kutim khususnya bidang Migas, melakukan sosialisasi Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) bagi masyarakat yang bermukim di lokasi PT Pertamina EP, untuk memberikan pemahaman bagi warga agar dalam aktifitasnya baik sebagai petani maupun peternak tidak melakukan pekerjaan yang mengakibatkan kecelakaan, terutama di lokasi sumur bor, dan pipa minnyak.

Sosialisasi yang pertama kali dilaksanakan Dinas Pertambangan ini, diikuti Kabid Migas Distamben Kutim Amirulla Siahaan SH M Hum, sekaligus membuka acara, serta Sekertaris Camat Sangatta Selatan Masjiansyah, Kades Sangatta Selatan Sjaim, termasuk manajemen PT Pertamina yang diwakili Putri dari Humas Pertamina. Termasuk puluhan warga yang bermukim di Desa Sangatta Selatan, Desa Sangkima. Ternyata inovasi yang dilakukan dalam sosialisasi, dengan menggunakan buku komik cetakan Dinas Pertambangan ini, membuat antusiaisme warga, baik yang tua maupun yang muda, bahkan anak-anak sekalipun yang belum mengerti tulisan ikut memperhatikan gambar lucu yang disajikan dalam komik tersebut. Dimana segala aktifitas masyarakat dipaparkan dalam bentu komik, termasuk aturannya, disajikan dengan gambar lucu disertai teks singkat.

Kepala Bidang (Kabid) Migas Distamben Kutim Amirullah Siahaan dalam sambutannya mengatakan, kegiatan masyarakat bertani di kawasan PT Pertamina tidak dilarang tapi harus sesuai aturan agar tidak membahayakan. Apa lagi dalam beberapa bulan terakhir, rata-rata masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. Jika tidak berhati-hati, api pembakaran lahan bisa menyambar pipa dan sumur bor Migas yang ada di daerah itu.

“Antara lahan pertanian dengan pipa dan sumur bor migas jaraknya cukup dekat. Kalau para petani membakar lahan dan tidak memahami bahayanya, bisa-bisa pipa dan sumur bor di dekat itu bisa meledak nantinya,” jelas Amirullah, dalam sosialisasi yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Sangatta Selatan Selasa (17/11) kemarin.

Karena itu, memberikan pemahaman kepada masyarakat, dinilai sangat perlu dilakukan. Media yang paling tepat selain memberikan sosialisasi dalam bentuk pertemuan yakni memberikan buku panduan K3 kepada masyarakat dalam bentuk buku komik, yang muda dimengerti.

“Dalam komik ini, kami menjelaskan aturan-aturan K3 tapi melalui ilustrasi. Dalam komik itu, diceritakan secara singkat bahaya yang ditimbulkan jika aktifitas bertani dilakukan di kawasan migas.Bahaya beraktifitas, apa yang harus dilakukan petani atau masyarakat bila ada pipa atau sumur bor ada yang bocor, pun kami jabarkan dalam komik itu,” jelasnya.

Ia mengatakan, berdasarkan keputusan presiden (Kepres) No 63 tahun 2004 tentang pengamanan obyek vital nasional (Obvitnas) seperti halnya Migas,memiliki peran penting bagi kehidupan bangsa dan negara baik aspek ekonomi, politik, sosial, budaya, pertanahan dan keamanan. “Beraktifitas di kawasan migas bila tampa didukung aturan K3 sebenarnya sangatlah dilarang,” sebutnya.

Seperti di kawasan PT Pertamina EP Sangatta, antara areal migas dan kawasan perkebunan masyarakat terbilang hampir menyatu. Jarak aman antara areal perkebunan dengan pipa migas minimal 100 meter, begitu juga dengan kepala sumur migas. “Namun di kawasan PT Pertamina, areal perkebunan masyarakat ada juga yang jaraknya dekat, yang perlu kita ingatkan melalui pembagian komik ini,” katanya.

Sebagai informasi, buku komik K3 yang dibagikan Distamben Kutim bertema Tour Asik Desa Sangkima, Go Desa Sangatta Selatan. Komik ini menempatkan seekor buaya muara Sangatta bernama Pandu menjadi pemandu wisata Migas di kawasan PT Pertamina EP Sangatta.

Kepada para pengunjung, Pandu menunjukan bahaya berkebunan terlalu dekat dengan kawasan Migas, lalu dilanjutkan dengan menunjukan rambu-rambu untuk berhati-hati keluar masuk kendaraan berat proyek pemboran. Lalu memaparkan tanda larangan berkebun, mendirikan bangunan dan membuat api di jalur pipa dan sumur Migas jarak amannya minimal 100 meter dan beberapa cerita K3 lainnya. (IA)

Click to comment
To Top