Warta Parlementeria

Legislator Usulkan Normalisasi Sungai Bengalon

Arfan : Sungai Bengalon Perlu Dikeruk

Arfan2SANGATTA. Aktifitas tambang dan perkebunan yang telah merambah berbagai kecamatan, termasuk di Bangalon, selain memberikan dampak ekonomi, juga memberikan dampak buruk terhadap lingkungan yang cukup serius. Terutama terhadap pencemaran air sungai, bahkan sedimentasi sungai sungai, yang mengakibatkan banjir terjadi setiap kali hujan turun.

Arfan, salah seorang anggota DPRD Kutim asal Bengalaon mengakui, akibat banyaknya perkebunan dan perusahan tambang di Bengalon, sungai Bengalon, atau Sungai Lembak, kini terjadi penyempitan dan sedimentasi di sekitar muara. Akibatnya, setiap kali hujan turun, Bengalon banjir.

“karena sendimentasi, penyempitan sungai, makanya setiap hujan turun Bengalaon selalau banjir,” katanya.

Karena itu, sebagai anggota DPRD asal Bengalon, politisi partai Nasedm ini mengaku telah mengusulkan agar pemerintah melakukan normalisasi sungai Bengalon. “kami minta dilakukan pengerukan sungai, agar air bisa lancar mengalir. Ini salah satu kebutuhan di Bengalon, karena jika tidak dilakukan normalisasi, banjir akan terus melanda Bengalon, setiap hujan turun,” katanya.

Dijelaskan, tidak dapat dipungkiri, kalau sedimentasi ini diakibatkan tambang dan land clearing perkebunan.

Kini bukan hanya pendangkanaln sungai, akibat dari tambang dan perkebunan maka banyak anak sungai yang juga tidak berfungsi . Akibatnya, buaya yang selama ini masih terpencar di anak sungai, kini mungkin sudah berkumpul di Sungai bengalon.

“Karena air sudah tercemar, ikan yang jadi makanan buaya sudah berkurang buaya makin ganas,” katanya.

Sebagai anggota DPRD, Arfan mengaku telah mengusulkan pengerukan sungai ini jadi prioritas pemerintah di Bengalon. Sebab sebenarnya, usulan ini sudah berkali-kali muncul dalam musrembang, namun belum ada realisasi. Karena itu, dia berharap tahun depan bisa direalisasikan.

“Dari komunikasi kami dengan PU, janjinya tahun ini ada perencanaan. Tahun depan kami berharap ada pekerjaan fisik. Sebab kalau tidak, kami anggota DPRD akan terus ditagi masyarakat saat melakukan reses. Karena ini memang sangat dibutuhkan. Kalau ini direalisasikan, mungkin proyek pertama yang berskala besar masuk di Bengalon, karena selama ini hanya dapat proyek kecil, seperti semenisasi, tapi belum ada yang bernilai miliaran rupiah,” katanya. (Adv/wal)

Click to comment
To Top