Peristiwa

Segading Resettlement Jadi Kampung Budaya

Bupati Buka Upacara Adat Pelas Tanah. KPC Serahkan Bangunan Fasilitas Umum

[huge_it_gallery id=”5″]Sangtta,WARTAKUTIM.com – Warga Dusun Segading, Desa Keraitan yang telah menetap di wilayah baru dalam program Segading Resettlement di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, mengutarakan niat mereka ingin menjadikan kampung baru tersebut sebagai kampung budaya. Jika menjadi kampung budaya, segala tradisi dan adat istiadat akan tetap dilestarikan, tidak tergerus oleh peradaban modern.

Keinginan itu disampaikan Kepala Desa Keraitan, Jumansyah, dalam pembukaan upacara adat Pelas Tanah, di Kampung Budaya, Desa Keraitan, Rabu (18/11). Sebagai langkah awal, kampung itu sendiri telah dinamai Kampung Budaya, Desa Keraitan.

Jumansyah lebih lanjut mengatakan, sebagian infrastruktur pendukung Kampung Budaya telah dibangun, seperti balai adat dan sekolah berbasis budaya. Peningkatan fasilitas lainnya akan disusulkan seperti akses jalan sejauh empat kilometer dan lainya.

“Saat ini di Kampung Budaya ini sedang ada program pendidikan budaya yang didukung KPC bersama Putra Sampoerna Foundation, mengembangkan sekolah berbasis budaya. Ini merupakan program yang sangat baik untuk pelestarian budaya, khususnya adat istiadat kami orang Basap yang semakin lama semakin hilang,” kata Jumansyah.

Jumansyah mengharapkan, penetapan wilayah Segading Resettlement itu sebagai Kampung Budaya, bisa berdampak baik bagi warganya. Terutama dengan adanya program pendidikan berbasis budaya di SD yang ada di kampung tersebut.  “Mudah-mudahan dengan program ini menjadi lebih hidup, sehingga kearifan lokal budaya basap tetap lestari’,” ujar Jumansyah.

Salah satu yang ingin tetap mereka lestarikan adalah upacara adat Pelas Tanah, yang merupakan upacara turun temurun suku Dayak Basap di Desa Keraitan. Pelas Tanah sendiri menurut Jumansyah adalah upacara syukuran untuk memastikan kehidupan masyarakat desanya tetap selaras dengan alam.

“Acara Pelas Tanah ini adalah ungkapan rasa Syukur kami dan ingin memastikan bahwa apa yang kami lakukan selaras dengan lingkungan dan alam sekitar. Acara pelas tanah dilakukan selama tiga malam,” kata Jumansyah.

Menurut Jumansyah, acara Pelas Tanah ini dirangkaikan dengan perlombaan olahraga tradisional, antara lain, lomba menyumpit, lomba gasing, panjat pinang, balap karung dan lomba tarik tambang.

Pada kesempatan pembukaan Pelas Tanah tersebut, PT Kaltim Prima Coal (KPC) sekaligus menyerahkan berbagai pembangunan fasilitas umum di Kampung Budaya, Desa Keraitan. Berupa, satu unit gedung sekolah dasar Filial 013, satu unit bangunan kantor desa, satu unit bangunan kantor BPD, bangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes),bangunan Balai Adat dan delapan petak kolam ikan.

“Ini merupakan bentuk dukungan KPC terhadap kami warga Kampung Budaya. Kami sampaikan terima kasih, semoga bisa bermanfaat bagi kemajuan kami,” kata Jumansyah.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman yang membuka upacara adat Pelas Tanah menyampaikan dukungan atas kemajuan warga masyarakat di Kampung Budaya, Desa Keraitan. Bupati bahkan menyanggupi permintaan warga dalam hal betonisasi jalan Kampung Budaya sejauh empat kilometer.

“Pemerintah akan mendukung keinginan warga menjadikan daerah ini sebagai Kampung Budaya. Tahun 2016 kita bangun jalan beton sejauh empat kilometer menuju Kampung Budaya ini,” kata Ardiasnyah disambut tepuk tangan warga Kampung Budaya, Keraitan.

Pada kesempatan acara pembukaan Pelas Tanah warga Kampung Budaya, Desa Keraitan, dipentaskan berbagai tarian khas suku Dayak Basap, seperti tari Nyolai dan Belanjong. Selain itu ada display berbagai ukiran khas serta kerajinan Dayak Basap.  

Usai acara pembukaan, Bupati Ardiansyah mencoba olahraga menyumpit, yang merupakan senjata khas berburu suku Dayak, termasuk Dayak Basap. Meski saat itu terjadi guyuran hujan deras, Bupati Ardiansyah bersama rombongan tetap mencoba kebolehan dalam hal menyumpit.(*)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: