Warta Parlementeria

DPRD Siap Anggarkan Renovasi Gedung Tahanan Polres

Ketua Komisi C DPRD Kutim, David Rantai (ft : google.com)

SANGATTA. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) menyatakan kesiapan mengalokasikan anggaran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 mendatang, untuk anggaran renovasi gedung tahanan milik Polres Kutim, jika ada permintaan. Hal itu, melihat pentingnya renovasi melihat kaburnya sejumlah tahanan akibat over kapasitas ruang tahanan milik Polres Kutim, beberapa waktu lalu. Demikian dikatakan Anggota Komisi C bidang pembangunan DPRD Kutim David Rante.

“Renovasi gedung tahanan baru benar-benar bisa dipastikan di APBD 2016 jika dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim juga mengusulkan hal itu. Sebab, renovasi itu harus melalui pembicaraan yang matang dan harus memiliki dasar acuan yang jelas. Kami (DPRD, Red) belum tau, apakah anggaran renovasi gedung tahanan itu sudah masuk usulan pembangunan di pemerintah daerah (Pemda). Jika Pemda mengusulkan, kami di DPRD siap-siap saja membicarakan alokasi anggarannya,” jelas David ditemui di kantor DPRD Kutim, beberapa hari lalu.

Menurutnya, anggaran renovasi gedung tahanan masih bisa dianggarkan di APBD 2016. Karena sementara ini masih dalam tahap pembahasan anggaran. Kalau memang regulasinya mengizinkan, maka renovasi akan dibicarakan pada rapat pembahasan anggaran. “Apakah memungkinan untuk dilakukan renovasi atau seperti apa nantinya, akan dirapatkan dulu,” ujarnya.

Karena hal-hal yang terkait dengan seperti renovasi gedung tahanan dinilai penting untuk segera di bahas. Namun, sebelum memastikan apakah akan dimasukan dalam alokasi anggaran, kata David, regulasi penganggaran yang terlebih dahulu akan dikaji dengan baik. “Tampa regulasi dan mekanisme yang jelas, kami juga tidak berani langsung menganggarkan,” sebutnya.

Kalau berbicara soal kebutuhan, lanjutnya, renovasi gedung tahanan Polres Kutim sudah memang harus segera dilakukan dan sifatnya prioritas. Apa lagi sekarang ini sudah ada kejadian tahanan kabur lantaran ruang tahanan yang sudah sifatnya over kapasitas. “Dan itu bisa bermasalah lagi nantinya jika tidak segera direnovasi. Karena sekarang saja sudah ada tahanan yang kabur,” kata David.

Ia mengatakan, sepanjang pemerintah mengajukan untuk dilakukan renovasi, DPRD siap duduk bersama membahas kebutuhan anggarannya berapa. Mekanisme dan prosedur penganggarannya seperti apa akan dilihat bersama. “Kalau memang mekanisme yang ada itu nantinya menjamin, saya kira tidak masalah untuk mengalokasikan anggaran renovasi gedung tahanan itu. Karena itu adalah kebutuhan dan sifatnya urgen,” ujarnya.

Dijelaskan David, sistem penganggaran bukan hanya melalui DPRD saja tapi juga bisa melalui tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). DPRD bersama TAPD akan membicarakan itu. Nantinya, bila memang hasil rapat bersama dianggap sifatnya prioritas pasti akan dianggarkan. Tapi kalau dari sisi DPRD, renovasi itu memang sifatnya prioritas.

“Karena sudah over kapasitas, saya kira itu sudah prioritas dan perlu segera direnovasi. Tak menutup kemungkinan di APBD 2016, anggaran renovasi gedung tahanan Polres Kutim akan kami alokasikan,” sebutnya. (adv/WAL)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: