Warta Parlementeria

Kejar Ketertinggalan Dua Kecamatan Butuh 20-30 Persen Anggaran APBD Kutim

Agiel-SowarnoSANGATTA. Kecamatan Telukpandan dan Sangatta Selatan yang selama 4 tahun tidak mendapat alokasi proyek pembangunan, karena larangan dari pihak Taman Nasional Kutai, ke depan harus mengejar ketertinggalan mereka.

Untuk mengejar ketertinggalan pembangunan itu dari kecamatan lainnya di Kutim, dibutuhkan anggaran 20 sampai 30 persen anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kutai Timur (Kutim) yang bernilai Rp3 triliun lebih. Besarnya anggaran itu diperlukan untuk membangun sarana dan prasarana yang rusak dan tidak tersentuh program pembangunan dari pemerintah selama ini. Demikian dikatakan Ketua Komisi A DPRD Kutim Agiel Suwarno, yang juga merupakan anggota DPRD Kutim yang terpilih dari Dapil kedua kecamatan itu.

“Untuk mengejar ketertinggalan pembangunan di Telukpandan dan Sangatta Selatan, DPRD Kutim sudah mengalokasikan anggaran di APBD Perubahan 2015 ini. Anggaran itu secara umum diprioritaskan untuk membenahi infrastruktur. Pada November ini, pembangunan sudah bisa dilakukan. Yang paling banyak yakni infrastruktur jalan seperti halnya gang, drainase, jembatan dan jalan umum sebagaimana diusulkan masyarakat,” jelas Agiel Selasa (3/11).

Diakui, banyak usulan dari masyarakat, namun karena keterbatasan anggaran, sehingga banyak usulan yang tidak bisa direalisasikan. Namun berdasarkan kesepakatan seluruh anggota DPRD Kutim, 2016 Sangatta Selatan akan jadi prioritas.

“Semua usulan pembangunan yang skala prioritas akan dianggarkan. Mana yang menurut masyarakat paling dibutuhkan, itu yang akan kami anggarkan nantinya,” katanya.

Bahkan tanpa usulanpun pemerintah mengetahui bahwa masyarakat Sangatta Selatan sangat membutuhkan pembangunan. Begitu juga dengan Kecamatan Teluk Pandan. Kedua kecamatan itu harus mendapatkan anggaran lebih dibandingkan kecamatan lain. “Sangatta Selatan dan Telukpandan sudah tertinggal pembangunannya sejak lama. Jangankan kami anggota dewan dari wakil dua kecamatan itu, pemerintah juga harus tanggap,” katanya.

Itulah sebabnya, beberapa jalan di Desa Singa Geweh sudah tahap perbaikan oleh pemerintah. “Pembangunan yang sudah masuk musrembang desa, akan jadi skala prioritas di 2016. Dan itu akan kami kawal,” katanya.

Ditanya berapa anggaran yang dibutuhkan membenahi sarana dan prasarana publik di Sangatta selatan dan Teluk Pandan, Agiel mengatakan, porsi anggarannya harus lebih besar dari 18 kecamatan lain yang ada di Kutim. “Kalau kecamatan lain angkanya hanya 5 hingga 10 persen, untuk kedua kecamatan itu harus dianggarkan 20 hingga 30 persen. Anggaran itu baru dikhususkan untuk pembangunan infrastruktur, karena itu sifatnya prioritas,” ujarnya,” katanya.(ADV/ed)

Click to comment
To Top