Ekonomi

Dana CSR Membantu Pembangunan PRLH

Ilustrasi (ft : google.com)

Sangatta,WARTAKUTIM.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur (Kutim), dalam perencanaan pembangunan di Kutim, tidak hanya mengoptimalkan dana dari APBN, namun juga memanfaat dana dari pihak ketiga seperti dana program Corporatet Social Responsibility (CSR).

Sekertaris Bappeda Kutim Arjohansyah mengatakan, dana CSR dimanfaatkan pembangunan infrastruktur di daerah pedalaman, “Dana CSR ini banyak bergerak dibidang fisik,”katanya

Selain itu lanjut dia, dana CSR dari perusahaan untuk membantu masyarakat dalam pembangunan rumah layak huni (PRLH). Menurutnya dengan adanya pembangunan PRLH tersebut masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya.

“Contohnya di wilayah Muara Bengalon. Program lainnya yang sudah banyak dirasakan masyarakat adalah program rumah layak huni (PRLH),” kata Johan yang juga menjabat Advisor Forum MSH CSR Kutim .

Dijelaskan, untuk PRLH yang terbangun melalui program CSR ada sekitar 500 unit. Dari sisi ekonomi yang beberapa perusahaan yang berpartisipasi penuh membangun industri-industri kecil di masyarakat. Misalnya, pendirian pabrik tapioka di SP 5, Kecamatan Rantau Pulung dan telah diresmikan pemerintah.

“Manfaat dana CSR untuk di wilayah Kutim ini cukup besar. Baik dari sisi fisik, sosial dan ekonomi. Pemberdayaan masyarakat lewat program CSR juga ikut mengurangi angka pengangguran di Kutim,” katanya.

Dikatakan Johansyah, perusahaan yang paling banyak support CSR yakni perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan seperti PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Indominco, dan kedua adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit. ◄wal►

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: