Ragam

Dokter Muda Di Kutim Lebih Minat Bekerja Di Swasta. Ini Penyebabnya

DokterSangatta, Wartakutim.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur, dr Aisyah mengatakan banyak dokter yang datang melamar kerja di Kutim, kemudian mundur atau menolak menjadi dokter TK2D. Hal ini karena kecilnya gaji yang mereka terima per bulannya

Menurut dr, Aisyah, hal tersebut disebabkan oleh standar penggajian oleh pemerintah daerah yang dianggap sangat kecil. Sehingga para dokter muda enggan mengabdi di Kutim.”Dokter muda kurang berminat mengabdi di Kutim karena standar gaji yang dianggap kurang,” katanya.

“Untuk dokter TK2D di kota hanya dijagi Rp 1,4 juta sesuai standar gaji tenaga TK2D Sarjana. Sedangkan jika di daerah pelosok, dokter hanya digaji Rp 2 juta per bulan. Nilai ini sangat jauh sekali jika dibandingkan dengan gaji seorang dokter Honor Pusat (PTT) yang digaji Rp 5 juta per bulan untuk wilayah kota. Sedangkan di daerah pelosok, dokter PTT Pusat bisa menerima gaji hingga Rp 9 juta per bulan,” katanya.

Walaupun tingginya gaji dokter PTT Pusat, kata dia tetap saja ada yang mengundurkan diri dan memilih menjadi dokter swasta karena menerima gaji Rp 300 ribu perhari atau Rp 9 juta per bulan. Belum lagi ditambah penghasilan praktek luar.

Dikatakan Aisyah, permasalah kekurangan dokter in harus segera dicarikan solusi. “Kami sudah pernah meminta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melalui Bappeda agar ada pembedaan dalam penggajian khusus dokter. Tetapi karena terbentur anggaran yang terbatas maka tidak bisa dilakukan. Padahal seharusnya penggajian dokter TK2D harus minimal harus disamakan dengan dokter PTT Pusat”katanya

Click to comment
To Top