Hukum Dan Kriminal

Dua Seniman Reuni Jualan Sabu

sabu21SANGATTA (wartakutim.com) – Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Timur berhasil mengamankan dua orang lelaki dan wanita pengedar Narkoba jenis Sabu, di depan sebuah hotel di kecamatan Bengalon, Sabtu (30/1) lalu.Pelaku masing-masing masing Berinial M (34), dan A (32) dan Kedua pelaku langsung digelandang polisi ke dalam jeruji besi Polres Kutim

“Kedua pelaku adalah warga Mangkupalas, Samarinda Seberang. Saat di tangkap keduannya sedang mengedarkan sabu di Bengalon di depan sebuah hotel,”kata Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandoko didampingi Kasat Reskoba AKP Dhadhad Anindito

“Dari M, polisi menyita 9 poket sabu seberat 3,8 gram, sedangkan dari A, disita uang Rp3,1 juta uang hasil penjualan sabu serta sebuah timbangan dan HP .”sambungnya.

Dikatakannya, dari hasil pemeriksaan, keduanya bukan suami istri, namun kawan lama, saat mereka masih bekerja sebagai seniman di Samarinda. Dimana A sebagai penyanyi, sementara M, sebagai pemain lekton. Saat bertemu, mereka kemudian sepakat untuk jual sabu-sabu ke Sangatta, dengan kerja sama, dimana nantinya hasilnya dibagi dua.

“Inisal M mengambil 5 gram SS dari Andi (pengedar), warga Samarinda, tanpa modal. Perjanjian mereka, setelah terjual, baru dibayar, namun kini keburu ditangkap,” jelas Anindito.

Sementara itu, M mengaku mendapat pasokan SS gratis dari Andi, hanya dengan modal kepercayaan. Dia sudah lama ditawari untuk jualan SS, meskipun tanpa modal, namun baru kali ini dia mau karena memang kebetulan tidak ada kerjaan.

“Saya mau jualan ke Kutim, karena teman saya ini (A,Red), tau lokasi di Kutim. Makanya saya bawa, dia yang pasarkan. Namun baru coba-coba jual, sudah ketangkap,” jelasnya.

Sedangkan A yang mengaku sebagai ibu rumnah tangga (IRT) tiga anak, mau kerja sama dengan M jual sabu karena tidak ada uang. Sebab gaji dari suami barunya di Bengalon sebagai penjaga ayam di Bengalon, tidak cukup untuk biaya hidup anaknya karena itu, dia nekat jual sabu, karena tergiur keuntungan besar.

“Saya baru kali ini jual sabu. Kebetulan, yang laku, itu teman-teman saya juga yang beli. Saat kami ketangkap itu juga lagi tunggu pembeli, tapi keburu ditangkap polisi,” katanya.

Atas perbuatanya, kini keduanya disangka melakukan perbuatan pidana dengan melanggar pasal 112 atau pasal 114 UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.(WAL)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: