Warta Parlementeria

Sidak Komisi C DPRD Kutim Ke Kaubun, Temukan Proyek Tahun 2012 Belum Selesai

Sidak Wakil ketua Komisi C DPRD Kutim Sayid Anjas (paling kiri) dan rombongan saat meninjau langsung pembangunan irigasi persawahan yang ada di Desa Bumi Rapak, Kaubun, bersama rombongan dewan lainnya.Sidak Wakil ketua Komisi C DPRD Kutim Sayid Anjas (paling kiri) dan rombongan saat meninjau langsung pembangunan irigasi persawahan yang ada di Desa Bumi Rapak, Kaubun, bersama rombongan dewan lainnya.

Sangatta,wartakutim.com – Proyek Pembangunan irigasi persawahan di Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun, mendapat perhatian serius DPRD Kutai Timur, khususnya Komisi C yang membidani Pembangunan. Pasalnya proyek tahun jamak atau multiyears tahun 2012 tersebut, hingga masih belum rampung dikerjakan oleh pihak kontraktor pelaksana.

Menanggapi hal tersebut, rombongan komisi gabungan yang dimotori oleh komis C DPRD Kutim dan dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi C DPRD Kutim Sayid Anjas, menginspeksi mendadak (sidak) , meninjau langsung di lokasi irigasi yang terletak di Jalan Danau Tondanou dan Jalan Danau Batur Kecamatan Kaubun.

Sayid Anjas, mengatakan, sidak itu untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang sebelumnya diterima pihaknya, jika masih ada pembangunan irigasi di Desa Bumi Rapak yang sampai saat ini belum diselesaikan pihak kontraktor.

“Setelah kami tinjau, ternyata memang laporan masyarakat itu benar. Karena itu, kami minta agar pihak kontraktor pelaksana dapat segera menuntaskan pembangunan itu. Menginggat pembangunan itu untuk kepentingan banyak orang,” kata politisi Golkar ini.

Sekedar diketahui, pembangunan irigasi itu menggunakan sumber dana dari APBN. Proyek itu telah mulai dilaksanakan dari 2012 lalu dan dianggarkan dalam proyek multiyear. Proyek irigasi ini memiliki panjang sekitar 14 Kilometer dengan luasan mencapai 200 hektar.

“Pekerjaan yang belum selesai kurang lebih masih ada 1 kilometer. Jika dipresentasetakan, pekerjaan baru 96 persen yang diselesaikan. Nantinya, kontraktor akan kami panggil, menanyakan, apa kendala sampai belum dituntaskan pembangunannya,” jelas Anjas.

Sementara sekretaris Komisi C DPRD Kutim Ngafifuddin mengatakan, sidak yang dilakukan untuk memastikan sistem irigasi di daerah Kaubun termanfaatkan dengan baik. Makanya, sidak proyek irigasi itu adalah salah satunya.

“Kaubun inikan menjadi salah satu daerah penghasil padi andalan di Kutim. Kalau dukungan irigasinya saja tidak memadai, kan yang dipersulititukan petani. Makanya, sisa proyek irigasi yang belum diselesaikan ini, tentu menjadi atensi bagi kami,” katanya.

Dalam rombongan yang dipimpin Sayid Anjas, turut ikut anggota komisi gabungan lainnya seperti Angga Redi Niata, Arfan dan Adi Sutianto. Sementara dari Pemkab Kutim diwakili Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutim Mulyono.(ADV/IA)

Click to comment
To Top