Berita Pilihan

BPS Kutim Libatkan 369 Petugas Untuk Sensus Ekonomi 2016

maxresdefaultSANGATTA. Badan Pusat Statistik (BPS) Kutai Timur (Kutim) tahun ini akan melakukan sensus ekonomi, yang kedua. Sensus ekonomi pertama dilakukan tahun 2006 lalu. Sensus dilakukan untuk melihat perkembangan ekonomi, termasuk peluang usaha yang masih mungkin dilakukan di suatu daerah, termasuk Kutai Timur.

“Sensus kali ini untuk kedua kalinya di Kutim. Sensus pertama tahun 2006. Sebelumnya memang ada, tapi itu masih gabung dengan Kukar. Data ini nantinya akan diserahkan ke pemerintah pusat, untuk patokan pengambilan kebijakan, termasuk melihat puluang usaha bagi calon investor ,” kata Kepala BPS Kutim Ach Yasid Wijaya.

Dikatakan Yasid, meskipun sensus ekonomi baru akan dilakukan pada Mei akan datang, namun secara kasak mata, perkembangan Kutim ini sudah jauh lebih baik. Ini terbukti, dengan banyaknya usaha yang tumbuh di sepanjang jalan, padahal sepuluh tahun lalu, itu belum ada.

Pertumbuhan ekonomi yang pesat ini diakibatkan adanya tambang batu bara yang besar di Kutim. Setidaknya, industry baru sebagai pendukung tambang, ataupun industry rumahan karena perputaran ekonomi masyarakat, khususnya karyawan tambang, yang tentu bisa menumbuhkan usaha baru. Belum lagi dengan perusahan perkebunan, yang banyak tentu semua ini akan membuat usaha masyarakat makin bergaira.

Menurut Yasid, sesus ekonomi yang akan dilaksanakan, diluar usaha pertanian dalam hal ini usaha perkebunan, peternakan dan perhutanan. Sebab sensus pertanian sudah dilaksakan tahun 2013. Sedang sensus ekonomi, hanya akan berkaitan dengan usaha di luar itu, seperti perdatangan, industry, dan jasa, termasuk perdangan on line, yang akhir-akhir ini mulai tumbuh.

“Dalam sensus ini, dilakukan tatap muka langsung dengan masyarakat. Kami tidak meminta bukti data usaha, tapi kami minta kejujuran masyarakat untuk memberikan informasih usaha mereka,” katanya.

Untuk mendukung sensus ini, BPS akan melibatkan 369 orang pendata. Semua pendata ini, nantinya akan direkrut dari wilayah sekitar kecamatan. Ini untuk menekan biaya, termasuk agar petuga ini diandalkan menguasai wilayah.

“Sensus ini, khususnya dalam kota sensus akan dilaksanakan keseluruhan pada rumah tangga. Sedangkan untuk kecamatan yang jauh, yang tidak potensisl, hanya dilaksanakan di 50 persen lokasi, namun lokasinya ditentukan dari pusat,” katanya.

Karena tidak melibatkan pegawai BPS, karena itu petugas sensus ini nantinya akan dilatih. 3 hari akan dilatih untuk pengambilan data, 4 hari dilatih untuk pemeriksaan atau pengolahan data.“Sensus ini akan dilaksanakan selama sebulan penuh, mulai 1 Mei hingga 31 Mei,” katanya.(LO)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: