Ragam

Kasus Istri Ceraikan Suami Mendominasi Di Kutim

sidang-perceraian-di-pengadilan-agama-ilustrasi-_121215201530-401

Sangatta,wartakutim.com – Gugatan cerai istri kepada suaminya mendominasi kasus perceraian di Kabupaten Kutai Timur. Faktor ekonomi disebut-sebut menjadi penyebab utama kaum hawa nekat memilih tidak ingin berlama lama mengarungi bahtera rumah tangganya.

Panitera Muda hukum Pengadilan Agama (PA) Kutai Timur mengungkapkan dari 514 perkara yang ditangani tahun 2015 lalu, sebanyak 230 perkara merupakan gugatan cerai sedangkan 143 Perkara Cerai Talak sedangkan sisanya Itsbat Nikah. “Data menunjukkan kalau perempuan yang banyak ajukan gugatan di banding talak dari laki-laki,” katanya

Dari sejumlah kasus perceraian, diakui penyebab yang terjadi di Kutim rata-rata karena alasan faktor ekonomi, dan disusul adanya orang ketiga. Agar perceraian diminimalisir, Kharuddin mengingatkan agar kedepannya perlu pertimbangan kematangan sebelum memutuskan menjadi pasangan suami istri.

“Harapan kami pada pasangan muda itu, bisa menerima pasangan apa adanya tanpa menuntut banyak dan pahami kemampuan suami. Pernikahan dalam usia matang dan pekerjaan matang. Jangan orang nikah, kita pula ikut nikah tanpa pertimbangan matang,” katanya.

Dia menambahkan, dengan banyaknya jumlah perceraian akan memprihatinkan, terutama akibatnya bagi anak-anak. Untuk itu, saat mediasi, hakim selalu menekankan agar para pihak tidak cerai, mengikuti emosinya, tapi supaya orang tua benar-benar mempertimbangkan kepentingan anak-anak.

“Dampaknya sangat besar pada mental anak terutama yang masih kecil. Makanya sebelum persidangan kami lanjutkan mereka diusahakan berdamai,” katanya.

Sebenarnya jumlah perkara yang masuk lebih banyak lagi. Namun tidak semua perkara yang masuk itu diputus cerai, karena setelah dimediasi, akhirnya damai. Termasuk, ada gugatan atau talak yang dicabut.

Berdasarkan pengalaman, meskipun diusahakan agar para pihak damai, namun ternyata dari tahun ke tahun perceraian selalu meningkat. Kalau tahun lalu perceraian rata-rata hanya 15 tiap bulan, dalam tahun 2016, pada Januari ini, putusan PA soal perceraian sudah ada 21.

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: