Berita Pilihan

Tangani DBD, Pemkab Kutim Akan Meminta Subsidi Perusahaan

Wakil bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang

Sangatta,wartakutim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memasukkan Kutai Timur dalam kabupaten yang mendapat status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Status tersebut diberikan pemprov Kaltim berdasarkan surat yang diterima Dinas Kesehatan Kutim, Senin (22/2) lalu.

Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang mengatakan, saat ini pihaknya bersama bupati Ismunandar bergerak cepat untuk menangani kasus DBD tersebut.

“Dalam hal ini, saya sudah menginstruksikan kepada Asissiten IV (Bidang Kesra) untuk membuat tim. Dari rapat koordinasi kemarin dengan para camat, Assisten IV akan membentuk tim bersama dengan instansi terkait dengan perusahaan untuk menanggulangi DBD tersebut,”katanya kepada wartawan.

Lebih jauh dia menambahkan,konsentrasi penanganan kasus DBD ini di pusatkan di tiga kecamatan yang diangkap paling banyak terjangkit DBD.

“Konsentrasi kita di Sangatta Utara, Sangatta Selatan dan kecamatan Muara Wahau yang terbesar yang terjangkit DBD,”ungkapnya.

Terkait masalah anggaran penanganan DBD selama ini yang nilainya hanya Rp500 juta/tahun. Dikatakannya pemkab Kutim belum akan menambah anggaran penanganan DBD dari APBD. Namun Pihaknya akan mencari subsidi dari pihak ketiga dalam membantu anggaran DBD  tersebut.

“Kami akan meminta subsidi pihak ketiga seperti perusahaan dari dana CSR. Maka kami membentuk tim yang ditangani langsung oleh Assisten IV mugeni,”katanya

Seperti diketahui, status KLB diberikan kepada Kutai Timur beranjak dari data jumlah penderita DBD diwilayah tersebut yang mencapai 420 penderita selama Januari hingga pertengahan Ferbuari dan lima penderita di antaranya meninggal dunia.

Click to comment
To Top