Hukum Dan Kriminal

Disersi oknum Polisi dan Oknum TNI Jadi Dalang Pencurian Alat Berat

Kanit Pidum Serse Polres Kutim Iptu Dharmadji menunjukan alat berat yang telah dipotong pencurinya, dan kini diamankan di kantor Polres Kutim.

SANGATTA. Jajaran Polres Kutai Timur berhasil menangkap salah seorang komplotan pencuri komponen alat berat yang biasa beroperasi di Kecamatan Karangan.

Diketahui pelaku yang ditangkap polisi berinisial A, dari aksi pencurian tersebut Pelres Kutim berhasil mengamankan dua unit truk tronton dan rongsokan alat berat jenis Caterpillar D7 dan D 8 milik PT Rimba Mutiara Kusuma (GMK) Pangadan. Dari aksi kawanan pencuri tersebut mengakibatkan kerugian miliar rupiah .

Kepolisian saat ini masih mengejar memburu otak pelaku dan terus berupaya untuk membongkar aksi dari komplotan ‎yang sudah melakukan aksinya di wilayah sekitar Kutai Timur.

Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandoko didampingi Kanit Reskrim Iptu Dharmaji mengatakan, kasus pencurian alat berat ini sebenarnya sudah berhasil diungkap Satreskrim Polres Kutim sejak 24 Januari lalu. Karena masih dalam penyelidikan dan pendalaman kasus, baru di awal Maret ini di publikasikan. Pasalnya, dalam kasus ini juga terendus adanya keterlibatan mantan oknum kepolisian dan TNI AL, yang kini masih buron.

Dijelaskan, terungkapnya kasus ini bermula dari laporan pihak PT GMK pada 21 Januari lalu. Dalam laporannya, PT GMK menyampaikan jika alat-alat berat yang mereka miliki telah diambil secara paksa oleh tiga orang. Nah, dua diantaranya mengaku sebagai polisi dan TNI.

Kepada pihak PT GMK, ketiga pelaku mengaku jika alat-alat tersebut adalah milik mereka. Untuk meyakinkan pihak perusahaan, ketiganya juga menunjukan surat kepemilikan yang diduga adalah surat palsu. Karena surat-surat asli alat-alat itu berada di Jakarta, pihak PT GMK juga tidak dapat berbuat apa-apa saat alat berat  yang masih layak pakai itu, dipotong-potong.

Setelah meminta kepada pihak manager perusahaan PT GMK di Jakarta, barulah sekitar empat hari kemudian surat asli alat-alat itu diterima pihak PT GMK Pangadan. Dari sinilah pihak PT GMK menghubungi kepolisian dan meminta supaya alat-alat yang sedang diangkut oleh para pelaku dapat diamankan.

“Setelah kami dapatkan laporan, anggota langsung kami suruh cegat. Karena kata pihak PT GMK, para pelaku sudah membawa alat-alat itu, dan posisinya sudah berada di sekitar Sangatta Utara. Setelah kami cek, ternyata kendaraan dan alat-alat berat itu sudah ada di daerah Teluk Pandan,” jelas Anang didampingi Dharmadji.

Untuk menghindari penangkapan, pelau kini menghilangkan jejak. Termasuk saat mengakut potongan alat berat curiannya, menggunakan sopir sopir sewaan. “Rencananya, potongan alat berat itu akan dijual ke Samarinda. Otak dalam kasus ini adalah si A. Sebelum kami amankan, ternyata pelaku sudah diamankan lebih dulu oleh Satreskoba karena tertangkap tanggan memiliki narkoba,” katanya.

Dikatakan, untuk identitas kedua pelaku lainnya yang mengaku sebagai anggota TNI dan polisi sudah jelas. Kedua pelaku saat ini dalam proses pengejaran. “Yang mengaku TNI inisilanya B, kemudian yang mengaku polisi inisialnya H. Dari data yang kami miliki, ternyata keduannya memang sebelumnya ada anggota TNI dan polri. Tapi keduanya sudah dipecat beberapa waktu lalu karena disersi,”jelasAnang (wal)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: