Berita Pilihan

Kuasa Hukum Sahroni Ajukan Gugatan Ke Pengadilan Negeri Sangatta

Sahroni

SahroniSangatta,wartakutim.com – Kuasa Hukum Sahroni yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan terhadap Markus mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Sangatta.

Sastiono Kesek, SH. LLM. Kuasa Hukum Sahroni melalui juru bicara Lukas Himuq, SH, seperti dikutip dari keterangan tertulis lewat surat elekrtonik diterima wartakutim.com, gugatan tersebut di ajukan kerena penangkapan dan penahanan terhadap Sahroni yang tidak sesuai prosedur dilapangan dan hak hak asasi tersangka yg diabaikan.

“Kami dipersulitnya untuk bertemu klinenya atas dasar SOP Polres Kutim, sedangkan di KUHAP Pengacara bisa bertemu dengan klinenya kapan pun bila dibutuhkan. Jadi SOP lebih tinggi dari KUHAP.”katanya seperti dikutip

Lebih jauh dia mengatakan, antara pelaku dan korban sudah dilakukan perdamaian, dalam proses perdamaian tersebut disaksikan oleh IKAT (Ikatan Keluarga Toraja Kutai Timur) dan ADB (Aliansi Dayak Bersatu Kutai Timur).”dalam hal ini pelaku sudah mencabut laporannya.”katanta

Dikatakan, sebelumnya Istri Sahroni, Lidya,  juga telah melaporkan dugaan tindak kekerasan dan pelanggaran disiplin dalam kasus penangkapan itu kepada Propam Polda Kaltim, 17 Februari 2016.

“Kabid Propam Polda Kaltim menindaklanjuti laporan Lidya dengan menyurati Kapolres Kutai Timur pada 22 Februari 2016.”katanya

Gugatan itu berawal dari penangkapan atas Sahroni, 11 Februari 2016 di Pelabuhan H Iwan di Singa Geweh, Sangatta. Sahroni ditangkap atas laporan dugaan penganiayaan terhadap Markus, warga Sangatta.

lebih lanjut dia menambahkan gugatan pra peradilan tersebut akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sangatta, pada  Senin 14 Maret 2016 mendatang.

Dalam proses penangkapan, keluarga Sahroni menduga penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kutim melakukan penganiayaan terhadap Sahroni.

Dalam surat tersebut, Polres Kutim melalui Propam Polres Kutim, diminta melakukan 7 langkah diantaranya:

  1. Melakukan penyelidikan dan pemeriksaan atas kasus tersebut
  2. Melakukan pemeriksaan terhadap Sahroni dan saksi yang berkaitan dengan peristiwa
  3. Melakukan tindakan Visum et Repertum atas luka yang dialami Sahroni
  4. Melakukan pemeriksaan terhadap oknum petugas Satreskrim yang diduga melakukan penganiayaan saat penangkapan
  5. Apabila dalam penyelidikan terbukti bersalah melakukan pelanggaran disiplin Polri, agar dilakukan penindakan secara tegas berdasarkan PP RI Nomor 2 tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri
  6. Memberikan laporan hasil perkembangan pemeriksaan kepada pelapor melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Pemeriksaan Propam (SP2HP2).
  7. Melaporkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan atas kasus tersebut kepada Kabid

(wal/wk1)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: