Hukum Dan Kriminal

Kuasa Hukum Sahroni Meminta Ganti Rugi Di Sidang Perdana Praperadilan

Kuasa Hukum pemohon Sahroni

Sangatta,wartakutim.com – Tim kuasa hukum Sahroni Tersangka Kasus penganiayaan terhadap supir terhadap Markus warga sangatta utara menyapaikan poin gugatannya dalam sidang perdana praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Seangatta, Senin (14/3).

Beberapa poin gugatan dibacakan secara maraton oleh tim kuasa hukum Sastiono Kesek, SH. LLM dan Erikh Suangi, SH. Gugatan tersebut tentang keberatan terhadap polisi atas penangkapan dan penyitaan barang bukti terhadap pemohon Sahroni dilakukan secara arogan dan semena-mena

“Bahwa penangkapan, penahanan dan penyitaan dilakukan oleh termohon dilakukan secara arogan dan semena-mena tanpa mengindahkan prosudural hukum yang berlaku, sehingga mengakibatkan kerugian bagi termohon,”kata kuasa hukum sahroni.

Selain itu pihak pemohon meminta ganti atas tindakan aparat kepolisian atas kerugian yang diakibatkan atas penahanan terhadap Sahroni.

“Bahwa mengingat pemohon adalah karyawan swasta, tentunya hal ini menimbulkan kerugian yang besar dan tidak lagi dapat bekerja untuk memberikan nafkah kepada keluarga yang hidupnya sangat bergantung kepada pemohon”katanya.

“Maka sangat wajar berdasarkan hukum untuk diberikan kompensasi atau ganti rugi bagi keluarga pemohon sebesar Rp 5 juta setiap bulannya, sampai dengan pemohon mendapatkan pekerjaan kembali yang dibuktikan dari surat keterangan dari tempat kerja pemohon Sahroni,”sambungnya.

Selain itu kuasa hukum pemohon Sahroni meminta barang bukti berupa 2 buah Handphone merek Samsung warna putihyang disita oleh termohon dikembalikan kepada pemohon dan menghadirkan pihak Pemohon Sahroni dalam sidang berikutnya.

Sidang yang dipimpin Ketua PN Sangatta, Jarihat Simarmata, SH, MH, menghadirkan pemohon dan termohon. Sidang perdana gugatan Pra Peradilan tersebut dilaksanakan dengan agenda pembacaan tuntutan oleh pemohon yang didampingi pengacara.

Saat sidang berlangsung, puluhan personel Polres Kutim berjaga-jaga di sekitar Kantor PN Sangatta.

Setelah pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga besok, Selasa, 15 Maret 2016 dengan agenda jawaban termohon atas tuntutan pemohon.(JL)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: