Ragam

Anggaran 2017 Belum Jelas, Hasil Musrembang Masih Sebatas

musrembang-ilustrasi-770x439_c

SANGATTA,wartakutim.com . Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur (Kutim) hingga kini belum bisa memastikan anggaran belanja daerah tahun 2017, meskipun musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) tahun 2017 telah selesaikan akhir Maret lalu. Sebab pelaksanaan Musrembang lalu, Pemerintah Kutim baru sebatas menyusun usulan program pembangunan.

Kepala Bappeda Kutim Suprihanto didampingi Kasubag Perencanaan Program Insan Bowo mengatakan, usulan pembangunan yang telah disusun di Musrembang lalu, baru sebatas usulan saja, sementara nilai anggaran pembangunannya, belum diputuskan. Sebab semua usulan pembangunan itu akan disinkronkan lagi dengan kemampuan APBD Kutim 2017. Apa lagi, kemungkinan pada APBD 2017, anggaran pembangunan diperkirakan tidak akan mencapai Rp 3,9 triliun seperti di APBD 2016.

“Kemungkinan APBD 2017 hanya berkisar Rp 3 trilun,” kata Bowo, Kamis (7/4) kemarin.

Meskipun demikian, sejak pelaksanaan Musrembangdes, Musrembangcam hingga Musrembang Kabupaten, Bappeda Kutim sudah menitik beratkan usulan pembangunan pada tiga hal, yakni bidang infrastruktur, sumber daya manusia dan ekonomi.

“Pada pelaksanaan musrembangdes, kami memang sudah menyampaikan itu kepada pemerintah desa. Apa lagi selama 5 tahun kedepan, Pemkab Kutim mencanangkan program desa membangun. Makanya, lewat musrembang, semua usulan pembangunan haruslah terarah dan sesuai kebutuhan,” katanya.

Karena itu, menurutnya, sebelumnya masing-masing desa juga telah diminta menyusun minimal 5 usulan program skala prioritas di setiap bidangnya. Nantinya, usulan itu akan dilihat lagi dari kemampuan pembiayaan. Dan itu akan dilihat dan dievaluasi lagi pada penyusunan APBD 2017 mendatang.

“Seluruh usulan program pembangunan telah dimasukan dalam aplikasi sistem informasi hasil musrembang. Pendanaan semestinya, sudah bisa dibahas dan dilakukan di Musrembang. Akan tetapi, kami masih melihat unsur kehati-hatian. Karena hasil evaluasi saat realisasi anggaran tahun lalu, ada beberapa program yang tidak terealisasi secara maksimal,” jelasnya.

Diakui, dalam waktu dekat, Bappeda Kutim berencana akan segera membuat perencanaan dan perkiraan anggaran di APBD 2017. Nantinya, Bappeda Kutim akan mengkomunikasikan itu dengan Dispenda Kutim. Dari situ, Pemkab Kutim bisa memprediksi usulan program pembangunan yang mana saja yang masuk skala prioritas.

“Dari penyusunan perencanaan anggaran itu, kita bisa melihat kemampuan pembiayaan pembangunan, khususnya program yang sesuai dengan kebutuhan. Namun kami belum bisa menyebutkan pastinya berapa APBD 2017, karena yang tau itu adalah pihak Dispenda Kutim,” katanya.

Menurutnya, jika mengacu pada tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), visi dan misi pembangunan yang sudah dicanangkan Pemkab Kutim, maka sebagian besar APBD Kutim nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung program pengembangan agrobisnis dan fasilitas dasar.(Ima)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: