Berita Pilihan

Boleh Mengkritik, Tetapi Juga Harus Mendukung

bertemu dengan wartawan (2)SANGATTA- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) di bawah nahkoda Bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang terus melakukan inovasi dan perubahan positif dalam kebijakan. Terkini, terobosan baru juga dilakukan dalam memangkas jalur komunikasi antara pemerintah dan media massa.

Wabup Kasmidi Bulang saat menemui awak media di Ruang Media Center, Kantor Bupati, Rabu (13/4) mengatakan, kebenaran dan kecepatan informasi yang dibutuhkan oleh media sekarang bisa langsung diperoleh melalui “coffee morning” yang digelar setiap Senin pagi. Menurutnya dalam coffee morning yang merupakan forum pejabat Pemkab Kutim digelar presentasi dan tanya-jawab terkait progres pembangunan serta kendala-kendala yang ditemui di lapangan, oleh masing- masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Di sini insan pers bisa mendengarkan sekaligus mengonfirmasi langsung ke narasumber. Setiap senin,masing-masing SKPD diberi kesempatan memberikan report dari instansi mereka, apa persoalan yang mereka hadapi, kemudian solusinya seperti apa. Jadi kesempatan ini bisa digunakan oleh wartawan untuk menggali informasi seluas-luasnya dari narasumber,” jelas Kasmidi.

Saat konferensi pers digelar, Kasmidi menpersilahkan pada wartawan melakukan liputan dan memberitakan seluruh fakta yang ada. Menurutnya pemerintah akan berlaku terbuka dan siap menerima kritikan. Namun dia juga mengingatkan insan pers agar saat melakukan peliputan berita harus berpedoman pada kode etik jurnalistik. Yakni bersikap indipenden, menghasilkan berita yang akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk. Setiap wartawan harus menempuh cara-cara yang profesional, menguji data dan informasi dengan melakukan konfirmasi ke narasumber. Sehingga berita yang dihasilkan berimbang serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini yang menghakimi.

Kasmidi menegaskan bahwa pemerintah merespon positif segala bentuk kritikan yang disampaikan dalam bentuk informasi berita. Kendati demikian, media juga diminta untuk menjadi agen pembangunan dengan cara tidak hanya mengkirik, tetapi juga menginformasikan keberhasilan yang telah dicapai daerah.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Mugeni menambahkan, wartawan, jurnalis yang bekerja dimedia meruupakan mitra kerja pemerintah. Untuk itu dukungan jurnalis juga diperlukan untuk kemajuan pembangunan di Kutim secara umum. Pertemuan hari itu melibatkan hampir seluruh media dan insan pers Sangatta dan Kaltim, cetak, elektronik maupun media online. (hms4/hms7)

Click to comment
To Top
%d blogger menyukai ini: