Ragam

Wabup: Pemkab Kutim Siapkan Rumah Aman Bagi Korban Kekerasan

Ilustrasi | google.com

SANGATTA. Korban kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), oleh Pemkab Kutim ditampung di rumah aman. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang disela kegiatan Seminar Sehari dengan tema ‘Stop Kekerasan Terhadap Anak’, yang digagas Karang Taruna Kabupaten Kutai Timur.

Dikatakan Kasmidi, Pemerintah Kutim sudah menyiapkan rumah aman bagi korban kekerasan perempuan dan anak. Rumah ini dikelola Dinas Kesejahteraan Sosial Kutai Timur.

“Tapi keberadaan rumah aman ini tidak bisa diekspos secara umum kepada masyarakat karena menyangkut keamanan dan privasi korban kekerasan yang sedang dilindungi,” kata Wakil Bupati Kasmidi Bulang Pada Wartawan.

Kasmidi juga berharap, Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Perempuan dan Anak yang akan disahkan oleh DPRD Kutim dalam waktu dekat, akan semakin memperkuat langkah pemerintah dalam memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Khususnya melindungi mereka dari tindak kekerasan, pelecehan dan serta human traficking atau penjualan manusia.

Sebelumnya, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, Komnas Perlindungan Anak, sudah menetapkan Indonesia darurat kejahatan, terutama kejahatan seksual terhadap anak sejak tahun 2013 lalu. Penetapan ini diambil setelah monitoring 4 tahun. Dimana dalam jangka 5 tahun, terjadi 21,6 juta pelanggaran hak anak , yang dilakukan sejak 2010. Dari pelanggaran hak anak itu, 58 persen adalah kejahatan seksual. Karena itu, angka ini dijadikan sebagai parameter pertama darurat kejahatan seksual anak.

Terkait dengan korban kekerasan menurut Aries, dalam kasus ini Negara harus hadir, karena harus melindungi fakir miskin dan anak terlantar sesuai dengan undang undang dasar. Karena itu, pemerintah harus membuat rumah aman, atau panti khusus korban kekerasan anak, yang dikelola oleh pemerintah.

“Sekarang ini, justru swasta yang banyak bangun panti korban kekerasan. Karena itu, Komnas Perlundungan anak sedang mengkampanyekan agar pemerintah daerah membangun rumah aman. Bukan hanya di kota besar, tapi seluruh daerah. Sebab fakta membutikan kalau kekerasan terhadap anak terjadi merata di seluruh provinsi, kabupaten kota di Indonesia,” katanya.

Untuk mengatisipasi perbuatan kekerasan seksual oleh keluarga terdekat, Aries mengatakan antisipasinya harus ada kecerdasan pendidikan orangtua. Terutama ibu, harus memberikan perhatian lebih pada anaknya, jangan setelah ada tanda kekerasan baru didekati, baru ada rasa ingin tahu apa yang dialami anak. “Jadi harus ada perhatian lebih dari orangtua,” katanya.

Dan terhadap anak, Aries juga mengatakan, belakangan karena pengaruh informasih yang sangat cepat, anak juga banyak melakukan kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Untuk mengantiasipasi masalah ini, maka pendidikan anak bukan hanya diutamakan untuk kecerdasan otak tapi juga kecerdasan emosional atau pendidikan social yang harus diperdalam. (IMA)

1 Comment
To Top