Berita Pilihan

Miris,Siswa SMP Jadi Korban dari 24 Orang Pria Hidung Belang

pelakuSANGATTA,wartakutim.com – Mawar (15) seorang gadis yang masih status pelajar SMP di Sangatta, warga Jalan Kabo Jaya, Desa Swarga Bara, Sangatta Utara diduga korban perdagangan manusia yang dilakukan pacarnya sendiri.

Siswa yang disamarkan namanya itu mengaku telah menjadi korban pelampiasan nafsu 24 orang pria, dari berbagai umur dengan tarif sekali main, dibayar Rp800-1 juta. Selain dijual ke pria hidung belang, Mawar juga jadi pelampiasan nafsu temannya sendiri.

Terungkapnya bermula dari laporan orangtua korban pada (16/4) kalau korban pergi meninggalkan rumah sejak (12/4). Setelah dilakukan pencarian, Bunga ditemukan di rumah teman dekatnya, yang diduga sebagai pacarnya. Saat diperiksa, terungka kalau dia jadi korban seksual, selama pelarian. Namun polisi baru merilis kasus ke wartawan Kamis (21/4).

Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandoko didapingi PLT Kasat Reskrim Iptu M Rauf menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir, korban diketahui telah diperdagangkan oleh Wr (25) pacarnya kepada beberapa pria hidung belang, maupun teman kenalan Wr.

“Yang mengenalkan Wr ini adalah teman korban. Dalam kasus ini, Wr bisa disebut sebagai germo-nya korban. Sekali berhubungan, Wr menetapkan tarif Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta. Setiap kali transaksi, Wr mendapatkan komisi Rp 100 ribu,” jelas AKBP Anang didampingi Kanit Tipikor Iptu Abdul Rauf.

Servis bertarif itu biasanya berlangsung di salah satu rumah kos-kosan di Jalan Kabo Jaya, bahkan ada pria yang bisa mengeluarkan dana besar, untuk main dengan korban di hotel. Perbuatan asusila itu semakin menjadi-jadi saat korban memutuskan untuk kabur dari rumahnya, Selasa (12/4) lalu. Dia lari, karena korban mengaku bermasalah dengan keluarganya.

“Baik menurut korban dan Wr, selama korban kabur dari rumahnya tinggal di rumah kos-kosan temannya. Kebetulan tempatnya kosong, sedang ditinggalkan pemiliknya. Selama tinggal di tempat itu, korban juga pernah digilir oleh teman-teman Wr. Katanya, korban saat itu sedang mabuk,” katanya.

Diungkapkan, dari hasil pemeriksaan dilakukan terhadap korban maupun Wr, pihaknya mendapatkan informasi bila kasus perdagangan itu bahkan sudah puluhan kali. Rata-rata pelanggan korban adalah teman-teman Wr, maupun teman kenalan korban sendiri. Setiap kali transaksi, Wr yang jadi penghubung antara korban dan pelanggan.

Bila harga dinilai cocok, lanjut dia maka akan langsung dieksekusi di rumah kos-kosan ataupun di tempat lain yang telah disepakati. “Menurut pengakuan korban, katanya, seingatnya sudah 24 kali melakukan transaksi. Kami juga sudah mengamankan 2 bukti video terkait kasus itu, termasuk dua orang lain yang memakai korban. Jadi saat ini sudah tiga tersangka dalam kasus ini, yang diamankan,” jelas Rauf.

Mereka yang diamankan adalah adalah Eh (25) salah seorang pengguna jasa korban, yang sebenarnya sudah berkeluarga, teman dekat korban dan Wr sendiri, yang berstatus teman dekat sekaligus germo.

“Korban sudah 2 kali kabur dari rumah. Terus 24 kali transaksi yang dilakukan Wr itu, telah berlangsung dari tahun lalu. Dan 24 kali transaksi itu, baru seingat korban aja. Bisa jadi lebih dari itu. Mereka yang pernah memakai jasa korban, juga sedang kami lakukan penyelidikan. Jadi tidak menutup kemungkinan ada TSK baru dalam kasus ini,” jelas Rauf.

Atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat pasal 76.d dan 76.e Undang-undang Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. (Ima)

1 Comment
To Top
%d blogger menyukai ini: