Berita Pilihan

Hadapi Porprov, Tak Perlu Bangun Penginapan

Harpandi Umpu Kakah, SE

SANGATTA. Belajar dari pelaksanaan Pekan Olahrga Nasional (PON) tahun 2008 lalu, dimana Pemprov Kaltim banyak membangun fasilitas, yang justru kini mangkrak, karena tidak digunakan maksimal, karena itu, dalam menghadapi porprov Kutim, Pemkab Kutim, ingin agar pembangunan gedung, atau fasilitas olahraga termasuk pendukungnya, menggunakan fasilitas yang ada, demi efisiensi.

Termasuk penginapan atau hotel atlit, tak perlu dibangun, karena jarak Bontang – Sangatta cukup dekat, Pemkab hanya usulkan agar jalan antara Bontang –Sangatta diperbaiki, sehingga atlit yang tidak tertampung di hotel-hotel di Sangatta, bisa menginap di hotel di Bontang. Sebab , jalan itu juga untuk kepentingan masyarakat luas, termasuk untuk memperlancar tranportasi atlit nantinya saat porprov. Demikian dikatakan Harpandi Umpu Kakah, SE, anggota DPRD Kutim, yang kini sedang ‘berkemas’ meninggalkan kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim.

“Dengan kondisi ekonomi yang sulit, dimana Pemprov defisit anggaran, termasuk Kutim, maka sesuai dengan hasil pertemuan KONI di Samarinda, pelaksanaan Porprov tahun 2018 di Kutim, harus memanfaatkan fasilitas yang ada. Terkecuali yang belum ada fasilitasnya, itu akan dibangun. Jadi tak perlu membangun gedung-gedung yang mungkin nantinya tidak bisa digunakan maksimal, seperti Stadion Palaran, yang kini kurang terurus setelah PON,” katanya.

Karena itu, Harpandi yang kini sedang mempersiapkan regenerasi KONI, yang akan menggantikan diri nya paska dilantik jadi anggota DPRD mengatakan, jika melihat fasilitas yang ada di Kutim, terutama bangunan pemerintah termasuk bangunan swasta yang bisa digunakan sebagai venue pertandingan berbagai cabang olahraga, maka dengan itu Kutim dalam pertemuan dengan KONI Kaltim di Samarinda menyatakan sudah pasti siap untuk menyelenggarankan Porprov.

“Bapak Wakil Bupati Kasmidi Bulang sudah menyatakan kesiapan Kutim melaksanakan Porprov. Kutim tidak ingin gagal lagi sebagai penyelenggaran pertandingan. Seperti dalam PON, Kutim gagal menyelenggarakan cabor yang diperuntukkkan untuk dilaksanakan di Kutim. Dalam porprov Bontang, Kutim juga gagal menyelenggarankan cabor yang rencananya akan diselenggarakan di Kutim. Karena itu, untuk porprov 2018, Kutim tak ingin gagal lagi, untuk itu sudah menyatakan kesiapannya,” katanya.

Dijelaskan, dari inventarisasi fasilitas pertandingan, memang masih ada beberapa fasilitas yang akan dibangun. Seperti kolam renang, gedung bela diri, sofbol, sirkuit, panahan, skuas, loncat indah, lintasan atletik. Untuk pembangunan venue ini, sedang didiskusikan dengan Pemprov Kaltim. “Sekarang dibentuk tim untuk melakukan kajian cabor apa saja yang akan diselenggarakan di porprov nanti, sesuai dengan fasilitas yang ada, dan ketersediaan atlitnya,” katanya.

Disebutkan, beberapa gedung yang sudah ada, yang layak digunakan sebagai venue untuk pertandingan. Seperti gedung Kritian Center, Gedung GSG, dan berbagai gedung pemerintah yang ada, yang bisa digunakan saat porprov nanti.

Terkait dengan denda jika ternyata tidak terjadi penyelenggaraan senilai Rp10 miliar, diakui sebenarnya itu peraturan porprov, namun itu hanya komitmen kesungguhan. “Jadi didenda Rp10 miliar, kalau kita tidak jadi laksanakan. Kita tidak takut dengan denda itu, tapi lebih dari itu adalah komitmen kita akan menyelenggarakan, agar dunia olahraga tidak kecewa,” katanya.(ia/ADV)

Click to comment
To Top