Warta Parlementeria

Anggota DPR Ini Sebut Ada Kelainan Jika Ayah ‘Pakai’ Anak

Wakil Ketua Fraksi Demokrat Kutim, Suriati, SE

SANGATTA. Anggota DPRD Kutim Suriati Se, mengaku sangat miris mengetahui seorang ayah tega memperkosa anaknya, dalam jangka bertahun-tahun. Bahkan Suriati mengatakan, pelaku mungkin dapat disebut rusak moral, atau ada kelainan sehingga perlu dilakukan penelitian mendalam, dalam berbagai segi, mulai kondisi lingkungan, termasuk tingkat pendidikannya, dan dari sisi agamanya.

“Ada pribahasan mengatakan, sebuas-buas harimau, tak mungki memakan anaknya. Itu binatang, tapi tidak makan anaknya. Tapi kalau manusia, justru memperkosa anaknya, itu sudah diluar nalar manusia normal,” katanya.

Karena itu, Suriati, yang mengaku juga sebagai seorang ibu mengatakan tidak bisa memahami bahkan tidak bisa mengomentari perlilaku orang yang memperkosa anaknya. “Saya ini seorang ibu. Saya sangat prihatin, ada perbuatan itu dilakukan seorang ayah pada anaknya. Karena itu, saya hanya berharap penegak hukum menegakkan hukum seadil-adilnya,” katanya.

Karena, kalau dikatakan hukum seberat-beratnya, sementara di rumahnya juga ada anaknya yang lain, yang harus dihidupi, maka ini artinya anak dan istrinya juga ikut jadi korban. Dihukum ringan, juga tidak adil, karena tidak akan memberikan efek jera. “Jadi biarlah penegak hukum yang memberikan hukuman setimpal bagi perbuatannya,” katanya.

Dikatakan, mungkin saja pelaku melakukan perbuatan itu karena tingkat pendidikan yang rendah. Juga karena tingkat pengetahuan agamannya rendah. Tapi, meskipun pendidikan rendah, namanya manusia, pasti ada naluri melindungi anaknya. “Jadi kalau manusia melakukan perkosaan pada anak, itu semata karena tidak tahan nabsunya,” katanya.

Seperti diketahui, pria berinisial L (43) warga Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim) tega memperkosa anaknya sebut saja Bunga, secara berulang-ulang sejak kelas III SD, hingga SMU kelas I.

Kini Suriati berharap banyak pada Perda Perlindungan akan yang akan segera disahkan DPRD Kutim, untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga, terutama bagi anak. Terutama dari perbuatan pidana percabulan, apalagi perkosaan seperti dialami Bunga.

“Dalam waktu dekat ini, Perda Perlindungan akan akan segera disahkan. Kami berharap, Perda ini nantinya bisa memberikan perlindungan bagi anak-anak, dari berbagai kekerasan yang dilakukan terhadap anak,” katanya.

Diakui Suriati, dalam perda ini nantinya akan banyak memberikan pendidikan bagi orang tua, keluarga, untuk menjamin hak anak untuk mendaptkan perlindungan dari berbagai kekerasan. “Setelah diparipurnakan, ini bisa langsung disosialisasikan untuk mencegah kekerasa terhadap anak,” katanya. (aa/adv)

Click to comment
To Top